Prevalensi merokok di Indonesia masih tergolong tinggi dan menunjukkan kecenderungan peningkatan setiap tahunnya, terutama di kalangan kepala keluarga. Rokok yang dibakar akan melepaskan lebih dari 7. 000 bahan kimia yang berpotensi merugikan pada kesehatan. Paparan asap rokok bisa mempengaruhi dan menimbulkan banyak gangguan pada kesehatan, seperti stroke, penyakit kanker paru-paru, dan masalah jantung koroner. Selain itu, asap rokok juga berisiko bagi mengganggu kesehatan pada anak-anak, termasuk meningkatnya kemungkinan sindrom pada kematian bayi yang mendadak dan infeksi bagian saluran pernapasan serius. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi beberapa faktor sosial yang berpengaruh terhadap perilaku merokok pada kalangan kepala keluarga di lingkungan kerja Puskesmas Paal X Pondok Meja. Metode kajiannya berupa kuantitatif dengan bentuk penelitian cross-sectional. Sampel data dianalisis terdiri dari 86 kepala keluarga, yang ditentukan pengambilannya dengan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan hasil penelitian melalui kuesioner,, kemudian diuji melalui analisis Chi-Square. Data analisis menunjukan ada pengaruh Dukungan Keluarga (p value = 0,000), ada pengaruh Dukungan Keluarga (p value = 0,000) ada pengaruh Dukungan Keluarga (p value = 0,000). penelitian menunjukan ada pengaruh antara variabel dukungan keluarga, dukungan teman, dan lingkungan kerja terhadap kebiasaan merokok kepala keluarga. Diharapkan kepala keluarga dan anggota keluarganya akan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman mengenai bahaya merokok di lingkungan rumah tangga.