Penelitian ini membahas bagaimana Uni Emirat Arab (UEA) mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembangunan sosial-politik modern melalui pendekatan sosiologi agama. Dengan fokus pada visi pembangunan nasional UEA 2021, makalah ini menganalisis bagaimana nilai-nilai seperti maslahah (kepentingan umum), maqashid al-shariah (tujuan-tujuan syariah), dan hikmah (kebijaksanaan) digunakan secara sistematis oleh negara dalam proses modernisasi dan reformasi institusional. Studi ini menunjukkan bahwa Islam di UEA tidak hanya dijadikan sebagai fondasi etika, tetapi juga sebagai sumber legitimasi simbolik dan alat rekayasa sosial yang mendukung stabilitas, integrasi nasional, serta konsolidasi kekuasaan negara. Dengan menggunakan kerangka sosiologi agama, makalah ini mengurai bagaimana simbol-simbol dan nilai-nilai Islam digunakan dalam pidato kenegaraan, kebijakan publik, dan pembangunan institusi seperti General Authority of Islamic Affairs and Endowments dan Ministry of Tolerance and Coexistence. Di samping itu, studi ini juga mengeksplorasi peran Islam dalam soft power UEA melalui diplomasi antaragama dan pembangunan ekonomi syariah, yang mengukuhkan posisi UEA sebagai negara Muslim modern yang adaptif terhadap globalisasi tanpa melepaskan akar nilai keagamaannya. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa visi UEA 2021 bukan sekadar proyek pembangunan teknokratis, tetapi juga proyek kultural dan religius yang menjadikan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pengarah perubahan sosial. Dengan demikian, makalah ini memberi kontribusi dalam memahami dinamika hubungan antara agama dan pembangunan negara di dunia Muslim kontemporer. Kata Kunci: UEA, sosiologi agama, pembangunan Islam modern, Visi 2021, negara Muslim