Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Sosial antara Hegemoni dan Emansipasi : Tinjauan Kritis terhadap Peran Edukatif dalam Demokrasi Digital Aris Munandar; Fakih Fadilah Muttaqin; Endang Susanti
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Juni : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/prosemnasipi.v2i1.129

Abstract

This research aims to explore the role of social media in Indonesia's digital democracy, by highlighting the tension between its function as a tool of hegemony or a means of emancipation. The background of this study is the increasing use of social media by political actors and civil society in voicing, shaping or criticizing public narratives ahead of the 2024 elections. This study uses a critical qualitative approach with a descriptive study design, and applies the Critical Discourse Analysis method and netnographic observation of political content on three main platforms: Twitter, TikTok, and Instagram. Data was collected through literature studies, digital documentation, and observation of user interactions in digital political campaigns. The results show that the digital space is dominated by hegemonic actors such as political elites, partisan buzzers, and platform algorithms that reinforce certain narratives. However, there are also spaces of emancipation formed by digital communities and independent content creators who use social media as a means of political education and symbolic resistance. Counter-narratives that emerge tend to be temporary and are often limited by distribution and visibility controls. These findings have important implications for the development of more critical and participatory digital literacy policies. In addition, this study contributes to the enrichment of critical communication theory, by affirming the importance of viewing social media as a complex pedagogical and ideological field in contemporary democratic practice.
Transformasi Visi UEA 2021: Kajian Pendekatan Sosiologi Agama dalam Pembangunan Negara Muslim Modern Fakih Fadilah Muttaqin; Aris Munandar
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 1 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i1.4251

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana Uni Emirat Arab (UEA) mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembangunan sosial-politik modern melalui pendekatan sosiologi agama. Dengan fokus pada visi pembangunan nasional UEA 2021, makalah ini menganalisis bagaimana nilai-nilai seperti maslahah (kepentingan umum), maqashid al-shariah (tujuan-tujuan syariah), dan hikmah (kebijaksanaan) digunakan secara sistematis oleh negara dalam proses modernisasi dan reformasi institusional. Studi ini menunjukkan bahwa Islam di UEA tidak hanya dijadikan sebagai fondasi etika, tetapi juga sebagai sumber legitimasi simbolik dan alat rekayasa sosial yang mendukung stabilitas, integrasi nasional, serta konsolidasi kekuasaan negara. Dengan menggunakan kerangka sosiologi agama, makalah ini mengurai bagaimana simbol-simbol dan nilai-nilai Islam digunakan dalam pidato kenegaraan, kebijakan publik, dan pembangunan institusi seperti General Authority of Islamic Affairs and Endowments dan Ministry of Tolerance and Coexistence. Di samping itu, studi ini juga mengeksplorasi peran Islam dalam soft power UEA melalui diplomasi antaragama dan pembangunan ekonomi syariah, yang mengukuhkan posisi UEA sebagai negara Muslim modern yang adaptif terhadap globalisasi tanpa melepaskan akar nilai keagamaannya. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa visi UEA 2021 bukan sekadar proyek pembangunan teknokratis, tetapi juga proyek kultural dan religius yang menjadikan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pengarah perubahan sosial. Dengan demikian, makalah ini memberi kontribusi dalam memahami dinamika hubungan antara agama dan pembangunan negara di dunia Muslim kontemporer. Kata Kunci: UEA, sosiologi agama, pembangunan Islam modern, Visi 2021, negara Muslim