Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan administrasi usaha, khususnya pencatatan transaksi dan keuangan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini juga ditemukan pada UMKM di Kabupaten Bantul, yang berdampak pada rendahnya keteraturan pencatatan dan kesulitan dalam memantau perkembangan usaha. Di sisi lain, pemuda memiliki potensi sebagai agen pendukung digitalisasi UMKM, tetapi perannya belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pemuda dalam implementasi sistem kasir digital sebagai daya dukung bagi UMKM di Bantul. Metode pengabdian dilakukan melalui pendampingan langsung dan praktik sederhana penggunaan sistem kasir digital yang melibatkan 10 pemuda sebagai peserta utama kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, pengenalan sistem, simulasi penggunaan, serta evaluasi secara deskriptif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan sistem kasir digital untuk pencatatan transaksi dan rekap penjualan sederhana. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan kebiasaan pencatatan usaha dari manual menjadi lebih tertib secara digital. Pendekatan pendampingan yang sederhana dan aplikatif menjadi keunggulan kegiatan ini, meskipun masih memiliki keterbatasan pada durasi kegiatan dan jumlah peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan pentingnya peran pemuda dalam mendukung digitalisasi UMKM dan berpotensi untuk dikembangkan melalui pendampingan lanjutan dan cakupan sasaran yang lebih luas.