Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reframing Polygamy: Positive Impacts on Marriage from the Perspective of First Wives in Malaysia Rozli, Nur Nadeera Faseeha binti; Hussin, Zul-kifli
Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ahlika.v2i1.175

Abstract

Marriage is a fundamental requirement in Sharia, frequently emphasized in the Qur'an, with one of its objectives being to preserve lineage (maqasid hifz al-nasb), whether through monogamous or polygamous unions. While polygamy is often portrayed negatively in academic discourse, studies focusing on its positive impact—particularly from the perspective of first wives—are notably scarce. This study aims to explore the positive effects of polygamy as experienced by first wives in Malaysia. Employing a qualitative research design, data were collected through semi-structured interviews and document analysis. Informants were selected using purposive snowball sampling. Thematic and content analysis techniques were used to interpret the findings. The study reveals three key positive effects: (1) a strengthened dependence on Allah SWT, (2) the softening of ego through interpersonal reflections, and (3) the husband's fulfillment of responsibilities, reflecting his qualification for polygamy..     Keyword: First Wife, Polygamy, Positive Effects, Marital Experience, Religious Perspective     Abstrak: Pernikahan merupakan salah satu ketentuan mendasar dalam syariat yang sering ditekankan dalam Al-Qur’an, dengan salah satu tujuannya adalah menjaga keturunan (maq??id ?if? al-nasab), baik melalui hubungan monogami maupun poligami. Meskipun poligami kerap digambarkan secara negatif dalam diskursus akademik, kajian yang menyoroti dampak positifnya—khususnya dari perspektif istri pertama—masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek positif poligami sebagaimana dialami oleh para istri pertama di Malaysia. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik snowball sampling secara purposif. Teknik analisis tematik dan analisis isi digunakan dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan tiga dampak positif utama: (1) meningkatnya ketergantungan spiritual kepada Allah SWT, (2) pelunakan ego melalui refleksi relasional, dan (3) pemenuhan tanggung jawab oleh suami sebagai indikator kelayakan dalam berpoligami.
Mental Instability in the Household: Schizophrenia as a Reason for Dissolution of Marriage in Syariah Court Mohamad, Aufa Ashirah; Hussin, Zul-kifli; Soh, Norlailatul Akmal Che
Abdurrauf Law and Sharia Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Law and Sharia
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arlash.v2i1.189

Abstract

Schizophrenia is a mental disorder. If it becomes chronic, it can be used as a reason for fasakh (marriage dissolution) claims based on Section 53(1)(h)(i) of the Perak Islamic Family Enactment 2004. Fasakh claims can be filed for two main reasons: physical neglect and mental neglect. One of the mental disorder grounds for fasakh is schizophrenia. Therefore, this study explores whether schizophrenia can be a valid reason for fasakh in court. The study aims to analyze schizophrenia as a legal basis for fasakh claims in the Syariah Court. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through literature review and semi-structured interviews with two expert informants. Thematic analysis was applied to examine the data. The findings show that schizophrenia significantly affects marriage, leading to behavioral changes, inability to fulfill responsibilities, and emotional disturbances. Therefore, schizophrenia can be considered a valid reason for fasakh in the Syariah Court. However, strong evidence, such as medical reports, witness statements, and police reports (if abuse is involved), is required for proof. This study suggests further research on the impact of schizophrenia on marriage and the role of social support and psychiatric treatment in reducing its negative effects on families. Abstrak: Skizofrenia adalah gangguan mental, jika gangguan ini kronik maka ia boleh dijadikan sebagai alasan untuk tuntutan fasakh berdasarkan Seksyen 53(1)(h)(i) Enakmen Keluarga Islam Perak 2004. Tuntutan fasakh boleh difailkan atas dua alasan utama iaitu pengabaian fizikal dan pengabaian mental. Terdapat pelbagai alasan untuk fasakh bagi gangguan mental, salah satunya ialah skizofrenia. Justeru, persoalan yang timbul adalah sama ada penyakit skizofrenia boleh dijadikan sebagai alasan untuk tuntutan fasakh di mahkamah. Sehubungan itu, kajian ini dijalankan bertujuan untuk menganalisis penyakit skizofrenia sebagai suatu alasan yang sah untuk menuntut fasakh di Mahkamah Syariah. Bagi mencapai tujuan tersebut, maka pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam kajian ini di mana data diperoleh melalui kajian kepustakaan dan temu bual separa berstruktur bersama dua informan pakar. Seterusnya, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian mendapati bahawa skizofrenia memberi kesan mendalam terhadap perkahwinan termasuk perubahan tingkah laku, ketidakmampuan menjalankan tanggungjawab dan gangguan emosi. Oleh itu, skizofrenia boleh dijadikan sebagai alasan yang sah untuk tuntutan fasakh di Mahkamah Syariah. Walau bagimanapun, proses pembuktian perlu dilaksanakan dengan mengemukakan bukti yang kukuh seperti laporan perubatan, keterangan saksi dan laporan polis sekiranya terdapat unsur penganiayaan. Kajian ini mencadangkan agar penyelidikan lanjutan dapat meneliti impak skizofrenia terhadap hubungan perkahwinan dan peranan sokongan sosial serta rawatan psikiatri dalam mengurangkan kesan negatif terhadap keluarga. Kata kunci: Delusi, Emotional exhaustion; Enakmen Keluarga Islam, Fasakh; Skizofrenia.