Porosity merupakan salah satu cacat las yang dapat mempengaruhi kualitas dan kekuatan hasil pengelasan. Salah satu faktor eksternal yang berkontribusi terhadap munculnya porosity adalah kecepatan angin selama proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan angin terhadap pembentukan cacat porosity pada hasil pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) menggunakan material pelat baja grade A dan elektroda ER70S-G. Eksperimen dilakukan dengan memvariasikan kecepatan angin pada nilai 0 m/s, 2 m/s, 4 m/s, dan 6 m/s menggunakan kipas angin industri yang diatur pada jarak 1 meter dari titik pengelasan. Spesimen uji berupa pelat baja grade A ketebalan 10 mm disambung menggunakan metode pengelasan GTAW dengan parameter arus 160 A, voltase 20 V, dan kecepatan pengelasan 2 mm/s. Pengamatan cacat porosity dilakukan melalui pengujian radiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin berbanding lurus dengan jumlah dan ukuran porosity yang terbentuk. Pada kecepatan angin 0 m/s, tidak ditemukan cacat porosity yang signifikan. Seiring peningkatan kecepatan angin, jumlah porosity meningkat secara signifikan, dengan cacat terbanyak ditemukan pada kecepatan 6 m/s dengan rata-rata diameter porosity mencapai 2,5 mm. Analisis statistik menunjukkan korelasi positif kuat (R2 = 0,92) antara kecepatan angin dan pembentukan porosity. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecepatan angin memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hasil pengelasan GTAW, dengan batas kecepatan angin maksimal yang direkomendasikan adalah 2 m/s untuk meminimalkan pembentukan cacat porosity.