This Author published in this journals
All Journal Dahzain Nur
nurichsan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK PRIBADI YANG BERKARAKTER ISLAMI PADA PESERTA DIDIK nurichsan
Dahzain Nur Vol 12 No 1 (2022): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan merupakan proses dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, dia menjalankan suatu peranan. Perbedaan antara kedudukan dengan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Masalah pendidikan para ahli pendidikan masih menemui kesulitan dalam merumuskan definisi pendidikan. Kesulitan itu antara lain disebabkan oleh banyaknya jenis kegiatan, masing-masing kegiatan tersebut dapat disebut pendidikan. Dengan perkataan lain kesulitan itu disebabkan oleh banyaknya jenis kegiatan dan luasnya aspek kepribadian yang harus dibina oleh pendidikan. Pengertian pendidikan dalam bahasa Arab berasal dari kata “tarbiyah” dengan kata kerja “rabba”. Pendidikan Agama Islam dalam bahasa Arab adalah tarbiyah islamiyah, sedangkan Pendidikan Agama Islam dengan pengertian istilah adalah pembentukan kepribadian muslim. Sedangkan pendidikan menurut Theodore Mayer Greene yang dikutip oleh Ahmad Tafsir adalah usaha manusia untuk mentiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. Pada dasarnya pembentukan kepribadian adalah suatu proses pembelajaran dalam diri yang selalu melekat dan tak akan pernah berakhir kecuali berakhirnya dengan kematian. Proses pembentukan diri melibatkan manusia secara keseluruhan dalam masa sejarah kehidupan pribadi yang merupakan kegiatan masa lampau maupun kegiatan di masa mendatang. Kemudian terbentuknya individu dan kegiatan individu tidak ditentukan oleh pengalamannya saja tetapi ada proses interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya, dalam hal ini individu sebagai subjek dalam mengelola pengalamannya, bahkan memiliki berbagai pengalamannya. Dan manusia dengan pengalamannya mampu berinteraksi sebagai makhluk sosial, manusia terpanggil untuk mengembangkan dirinya, bertafakur dengan dirinya, melakukan dialog secara terus-menerus dengan lingkungan, dan saling berinteraksi untuk menggapai kualitas pribadi. Manusia berupaya mendakwakan dirinya untuk beraktualisasi dalam lingkungan sosialnya dengan menampilkan tahap demi tahap dari perkembangan kepribadian yang mantap dan harmonis sebagai wujud manusia yang mempunyai totalitas.