Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama: Studi Kasus pada Implementasi Kurikulum Merdeka Qofia, Wina Nida'an Nur
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari perencanaan hingga hasil pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI, kepala sekolah, siswa, dan staf kurikulum pada salah satu SMP Negeri. Teknik pengumpulan data meliputi, observasi kelas, dan dokumentasi perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, visi-misi sekolah mencantumkan nilai religius, tetapi belum terimplementasi dalam program pembelajaran yang konkret. Pada aspek input, guru memiliki latar belakang pendidikan yang relevan namun belum mendapatkan pelatihan khusus mengenai Kurikulum Merdeka. Fasilitas belajar tersedia tetapi belum dioptimalkan untuk pembelajaran PAI. Pada aspek proses, metode pembelajaran masih bersifat konvensional dan belum menerapkan pendekatan berbasis projek atau diferensiasi. Sedangkan pada aspek produk, siswa menunjukkan pemahaman kognitif terhadap materi keagamaan, namun internalisasi nilai keislaman dalam perilaku masih terbatas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan tematik, pengembangan modul ajar kontekstual, serta sistem asesmen yang mencakup ranah afektif. Model evaluasi CIPP terbukti efektif untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program PAI dalam kerangka Kurikulum Merdeka secara sistematis.