Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teleradiologi dalam sistem pelayanan kesehatan serta mengidentifikasi manfaat, tantangan, dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas layanan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka, dengan teknik pengumpulan data berupa penelusuran literatur, analisis dokumen, dan kajian teoritis terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen relevan. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teleradiologi berperan penting dalam meningkatkan akses layanan diagnostik, mempercepat waktu diagnosis, serta meningkatkan efisiensi alur kerja radiologi, terutama di wilayah dengan keterbatasan tenaga medis. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya integrasi data, isu keamanan informasi, serta kesiapan organisasi dan sumber daya manusia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi teleradiologi sangat bergantung pada kesiapan teknologi, regulasi, dan manajemen sistem yang terintegrasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai peran teleradiologi sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan praktik yang lebih efektif di masa depan.