Studi dimaksud untuk mengkaji implementasi pendekatan Problem Based Learning terintegrasi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam menunjang implementasi Kurikulum Merdeka. Fokus utama kajian ini adalah meningkatkan keterlibatan aktif dan kemandirian siswa melalui pendekatan pembelajaran kontekstual yang mendorong abad ke-21. Metodeologi yang diterapkan adalah metode deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dengan analisis terhadap berbagai jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penerapan PBL yang terintegrasi dengan TIK mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Pemanfaatan media digital seperti video, animasi, aplikasi daring, hingga media sosial, terbukti berperan signifikan dalam mendorong peningkatan minat, keinginan untuk terus mengembangkan pengetahuan, pemahaman konsep serta kemampuan menelaah masalah secara kritis dan kreatif. Pendekatan ini juga berperean dalam mengembangkan literasi digital, memperluas akses terhadap sumber belajar, serta kemampuam berpikir kritis siswa dan kreatif siswa. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan Problem Based Learning dengan peran TIK bertransformasi menjadi pendekatan yang tepat untuk menunjang keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Efektivitas pendekatan ini dapat dioptimalkan melalui peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis masalah, ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai, serta pelaksanaan evaluasi yang berkesinambungan agar proses pembelajaran senantiasa relevan dengan kebutuhan dan karakteristik murid.