Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Upaya United Nations Assistance Mission In Afghanistan (UNAMA) Dalam Mengatasi Ketimpangan Gender di Bawah Pemerintahan Taliban Pada Periode 2023-2024 Pote, Eunike Irene; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i7.1090

Abstract

Isu mengenai ketimpangan gender masih menjadi pembahasan utama dalam pewujudan keadilan dan perdamaian dunia yang berkelanjutan. Keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam bidang pendidikan dan pekerjaan harus tetap digencarkan didunia modern ini, karena ini merupakan faktor pendukung kestabilan dunia. Afghanistan menjadi salah satu negara dengan tingkat diskriminasi gender paling tinggi di dunia semenjak berkuasanya Taliban 4 tahun lalu. Menanggapi hal ini, organisasi internasional yaitu PBB melakukan upaya untuk menghentikan praktik tindakan yang terindikasi melanggar Hak Asasi Manusia Melalui United Nations Assitance Mission in Afghanistan (UNAMA), merupakan misi yang dikhususkan untuk menangani kasus yang terjadi di Afghanistan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi bagaimana peran PBB melalui UNAMA dan Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan Rezim Taliban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dalam penggunaan teori menggunakan teori Feminisme Liberal dan Teori Peran Organisasi Internasional. Hasil atau temuan penelitian, dalam kurun waktu 4 tahun sejak kembalinya Taliban, UNAMA berhasil melakukan upaya yang cukup signifikan di beberapa provinsi Afghanistan.
Upaya Hungaria Dalam Menangani Polusi Mikroplastik di Sungai Danube Melalui Kebijakan International Commision For The Protection of The Danube River (ICPDR) Tahun 2024-2025 Pote, Eunike Irene; Alam, Muhamad Dipo
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1492

Abstract

Isu lingkungan pasca Perang Dunia II mengalami pergeseran signifikan dan kini dipandang sebagai bagian dari keamanan non-tradisional yang berimplikasi langsung terhadap keberlanjutan kehidupan manusia. Salah satu ancaman lingkungan yang semakin mendapat perhatian global adalah polusi mikroplastik di perairan tawar, termasuk Sungai Danube yang memiliki peran strategis bagi negara-negara Eropa, khususnya Hungaria. Sungai ini tidak hanya menjadi sumber utama air bersih, jalur transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan historis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Hungaria dalam menangani polusi mikroplastik di Sungai Danube melalui kerja sama regional dalam kerangka International Commission for the Protection of the Danube River (ICPDR) pada periode 2024–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis data sekunder yang bersumber dari artikel ilmiah, buku, dokumen resmi, serta laporan kebijakan terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep Green Politics dan Human Security untuk memahami dimensi lingkungan dan dampaknya terhadap keamanan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan polusi mikroplastik di Sungai Danube dilakukan melalui mekanisme kerja sama lintas negara yang meliputi pemantauan kualitas air, pertukaran data, harmonisasi kebijakan, serta penguatan kapasitas institusional. Upaya ini diperkuat oleh dukungan Uni Eropa melalui program seperti MicroDrink dan Aquatic Plastic (AQPLA) yang berfokus pada pengelolaan mikroplastik dan perlindungan sumber air minum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif melalui ICPDR mencerminkan praktik Green Politics yang menekankan tanggung jawab bersama dan keberlanjutan ekosistem, sekaligus menunjukkan bahwa polusi mikroplastik merupakan ancaman nyata terhadap keamanan manusia di kawasan Danube.