Isu mengenai ketimpangan gender masih menjadi pembahasan utama dalam pewujudan keadilan dan perdamaian dunia yang berkelanjutan. Keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam bidang pendidikan dan pekerjaan harus tetap digencarkan didunia modern ini, karena ini merupakan faktor pendukung kestabilan dunia. Afghanistan menjadi salah satu negara dengan tingkat diskriminasi gender paling tinggi di dunia semenjak berkuasanya Taliban 4 tahun lalu. Menanggapi hal ini, organisasi internasional yaitu PBB melakukan upaya untuk menghentikan praktik tindakan yang terindikasi melanggar Hak Asasi Manusia Melalui United Nations Assitance Mission in Afghanistan (UNAMA), merupakan misi yang dikhususkan untuk menangani kasus yang terjadi di Afghanistan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi bagaimana peran PBB melalui UNAMA dan Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan Rezim Taliban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dalam penggunaan teori menggunakan teori Feminisme Liberal dan Teori Peran Organisasi Internasional. Hasil atau temuan penelitian, dalam kurun waktu 4 tahun sejak kembalinya Taliban, UNAMA berhasil melakukan upaya yang cukup signifikan di beberapa provinsi Afghanistan.
Copyrights © 2025