Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh penyuluh agama Kristen dalam meningkatkan spiritualitas lansia di Desa Lumbanjulu serta mengetahui dampak dari upaya tersebut terhadap kehidupan spiritual para lansia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi lansia yang mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memengaruhi kualitas kehidupan rohani mereka. Penurunan kondisi kesehatan, berkurangnya aktivitas sosial, rasa kesepian, serta berbagai pergumulan hidup yang dialami lansia menjadikan pembinaan spiritual sebagai kebutuhan yang penting dalam membantu mereka memperoleh ketenangan batin, pengharapan hidup, dan kedekatan dengan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari satu orang penyuluh agama Kristen dan lima orang lansia di Desa Lumbanjulu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyuluh agama Kristen dalam meningkatkan spiritualitas lansia dilakukan melalui kegiatan ibadah dan doa bersama, penyampaian firman Tuhan, kunjungan rumah, pendampingan pastoral, konseling rohani, pemberian motivasi hidup, serta pembinaan secara personal kepada lansia. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap kehidupan spiritual lansia yang ditandai dengan meningkatnya semangat beribadah, ketekunan dalam berdoa, pemahaman terhadap firman Tuhan, tumbuhnya rasa syukur dan pengharapan hidup, ketenangan batin, serta berkurangnya rasa kesepian yang dialami lansia. Selain itu, lansia menjadi lebih mampu menerima kondisi diri, menghadapi masa tua dengan sikap yang lebih positif, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dan sesama. Namun demikian, pelaksanaan pembinaan masih menghadapi beberapa kendala, seperti kondisi kesehatan lansia yang menurun, keterbatasan fisik, serta kurangnya kehadiran sebagian lansia dalam kegiatan rohani. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyuluh agama Kristen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada lansia serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan spiritualitas lansia dan pelayanan penyuluhan agama Kristen.