Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pendalaman Alkitab dalam Membentuk Karakter Kristiani Naposo Bulung di Gereja HKI Resort Khusus Sidikalang Kota Christin I G Pakpahan; Tiniresa Lumbantoruan; Agnes Novianti Hutahaean; Roarta Agustina Marpaung; Jakaria Nababan
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 2 No. 2 (2025): April: Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v2i2.1345

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Bible study worship in shaping Christian character among Naposo Bulung (church youth) at HKI Resort Khusus Sidikalang Kota. Field observations revealed that many youth were not fully engaged in worship activities, often distracted by mobile phones, chatting during services, and showing a lack of appreciation for spiritual advice. The research employed a qualitative descriptive method using observation and interviews with active participants of Bible study worship. The results show that Bible study worship significantly contributes to enhancing worship discipline, deepening theological understanding, and developing Christian values such as love, forgiveness, humility, and spiritual responsibility. Despite challenges such as busy schedules and digital distractions, a contextual approach to Bible study effectively addresses both the spiritual and social needs of Naposo Bulung. Therefore, Bible study worship proves to be an effective means of holistic character formation for the church's younger generation—spiritually, morally, and socially. This activity should continue to be developed and adapted to contemporary contexts so that the church can shape resilient young people in faith and Christian character.
UPAYA PENYULUH AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN SPIRITUALITAS LANSIA DI DESA LUMBANJULU Tiniresa Lumbantoruan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh penyuluh agama Kristen dalam meningkatkan spiritualitas lansia di Desa Lumbanjulu serta mengetahui dampak dari upaya tersebut terhadap kehidupan spiritual para lansia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi lansia yang mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memengaruhi kualitas kehidupan rohani mereka. Penurunan kondisi kesehatan, berkurangnya aktivitas sosial, rasa kesepian, serta berbagai pergumulan hidup yang dialami lansia menjadikan pembinaan spiritual sebagai kebutuhan yang penting dalam membantu mereka memperoleh ketenangan batin, pengharapan hidup, dan kedekatan dengan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari satu orang penyuluh agama Kristen dan lima orang lansia di Desa Lumbanjulu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyuluh agama Kristen dalam meningkatkan spiritualitas lansia dilakukan melalui kegiatan ibadah dan doa bersama, penyampaian firman Tuhan, kunjungan rumah, pendampingan pastoral, konseling rohani, pemberian motivasi hidup, serta pembinaan secara personal kepada lansia. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap kehidupan spiritual lansia yang ditandai dengan meningkatnya semangat beribadah, ketekunan dalam berdoa, pemahaman terhadap firman Tuhan, tumbuhnya rasa syukur dan pengharapan hidup, ketenangan batin, serta berkurangnya rasa kesepian yang dialami lansia. Selain itu, lansia menjadi lebih mampu menerima kondisi diri, menghadapi masa tua dengan sikap yang lebih positif, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dan sesama. Namun demikian, pelaksanaan pembinaan masih menghadapi beberapa kendala, seperti kondisi kesehatan lansia yang menurun, keterbatasan fisik, serta kurangnya kehadiran sebagian lansia dalam kegiatan rohani. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyuluh agama Kristen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada lansia serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan spiritualitas lansia dan pelayanan penyuluhan agama Kristen.