Febianti, Aisyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE FORMATION OF LEGAL UNDERSTANDING OF SMOKING IN ISLAMIC EDUCATION: A COMPARATIVE STUDY OF THE PERSPECTIVES OF GUS BAHA AND USTADZ ABDUL SOMAD Satra, Alihan; Febianti, Aisyah; Zaharah, Rezi; Vidyasari, Vivid; Septiani, Eka Zahra
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1085

Abstract

This study aims to explore the formation of legal understanding regarding smoking within the framework of Islamic education by analyzing the perspectives of two prominent Indonesian scholars, Gus Baha and Ustadz Abdul Somad. The legal interpretation of smoking in Islam remains a subject of scholarly debate, influenced by differing approaches to religious texts and contextual considerations. This research employs a qualitative method using discourse analysis to examine the sermons and public lectures of both scholars as disseminated through various digital platforms. The findings reveal that Gus Baha adopts a contextual, tolerant, and wisdom-oriented approach, emphasizing the importance of understanding social realities in interpreting Islamic rulings. In contrast, Ustadz Abdul Somad tends to employ a more textual and classical fiqh-based perspective, delivering his views in a direct and assertive manner. These differing methods of da'wah significantly shape public perceptions and legal understandings of smoking within the Muslim community. The study concludes that tailoring da'wah strategies to audience characteristics is crucial for the effective transmission of Islamic legal concepts, thereby facilitating broader acceptance and application of religious rulings in contemporary social contexts. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan pemahaman hukum mengenai rokok dalam kerangka pendidikan Islam dengan menganalisis pandangan dua ulama terkemuka Indonesia, yaitu Gus Baha dan Ustadz Abdul Somad. Penafsiran hukum Islam terkait merokok masih menjadi perdebatan di kalangan ulama, yang dipengaruhi oleh perbedaan pendekatan terhadap teks-teks keagamaan serta pertimbangan konteks sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana terhadap ceramah dan dakwah kedua tokoh yang disebarkan melalui berbagai platform digital. Temuan menunjukkan bahwa Gus Baha cenderung menggunakan pendekatan yang kontekstual, toleran, dan penuh kebijaksanaan, dengan menekankan pentingnya memahami realitas sosial dalam menafsirkan hukum Islam. Sebaliknya, Ustadz Abdul Somad lebih menekankan pendekatan tekstual dan berlandaskan fiqh klasik, dengan penyampaian yang tegas dan langsung. Perbedaan metode dakwah ini berpengaruh signifikan terhadap cara masyarakat memahami dan merespons hukum merokok dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi dakwah perlu disesuaikan dengan karakteristik audiens agar penyampaian konsep hukum Islam lebih efektif, serta dapat diterima dan diterapkan dengan lebih luas sesuai konteks sosial masa kini.
Peran Ekstrakurikuler Diniyah dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Siswa di SD Muhammadiyah 18 Palembang Febianti, Aisyah; Romli, Romli; Satra, Alihan
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 9 No. 02 (2025): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v9i02.13114

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter religius, toleran, dan moderat. SD Muhammadiyah 18 Palembang menyelenggarakan ekstrakurikuler diniyah sebagai salah satu program unggulan untuk memperkuat pemahaman keagamaan siswa sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama. Kegiatan ini meliputi pembelajaran iqra’ dan Al-Qur’an, hafalan doa, hadits, praktik shalat, hingga tahfidz, yang dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan lokasi penelitian di SD Muhammadiyah 18 Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler diniyah memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama siswa. Hal ini tercermin dalam empat aspek utama: komitmen kebangsaan melalui keterlibatan rutin dalam upacara bendera, sikap toleransi terhadap perbedaan pada bacaan kegiatan shalat, latar belakang dan kemampuan teman, penolakan terhadap kekerasan dengan penyelesaian konflik secara damai, serta sikap akomodatif terhadap kebudayaan lokal melalui kegiatan Jumat bersih dan gotong royong. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode membaca, sima’i (mendengarkan), tahsin tilawah, dan menulis terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa sekaligus membiasakan sikap disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab. Faktor pendukung keberhasilan program ini antara lain dukungan penuh dari pihak sekolah, fasilitas yang memadai, serta antusiasme tinggi dari siswa dan orang tua. Namun demikian, hambatan tetap dijumpai, di antaranya benturan jadwal dengan kegiatan bimbingan belajar di luar sekolah dan keterbatasan waktu akibat padatnya kurikulum. Kesimpulannya, ekstrakurikuler diniyah berperan strategis sebagai sarana pembinaan keagamaan sekaligus penguatan moderasi beragama di tingkat sekolah dasar. Program ini terbukti mampu membentuk generasi muda yang religius, toleran, anti kekerasan, serta berkarakter kebangsaan, sehingga layak dikembangkan lebih luas sebagai model pendidikan moderasi beragama di Indonesia.