Frido Paulus Simbolon
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TUAK DALAM SEJARAH KEHIDUPAN SEHARI-HARI MASYARAKAT BALIGE, SUMATERA UTARA TAHUN 1997-1998 Frido Paulus Simbolon
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i2.29

Abstract

Tuak merupakan salah satu jenis minuman beralkohol tradisional yang ada di Indonesia selain arak. Kita dapat menjumpai tuak di dibeberapa wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, yang di dalamnya terdapat etnis Batak. Seakan-akan, tuak tidak dapat lepas dalam masyarakat Batak. Tuak sudah melekat pada masyarakat Batak, sehingga dalam masyarakat Batak, tuak dianggap sebagai bagian dari tradisi kebudayaannya. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak, kita dapat menjumpai tuak di mana saja dan kapan saja, termasuk dalam acara adat ataupun dalam acara keagamaan, khususnya Agama Nasrani. Biasanya tuak diperjual belikan di sebuah kedai yang disebut dengan lapo. Dalam artikel ini, pokok permasalahan yang akan dikaji adalah tuak dan lapo (kedai) sebagai ruang interaksi masyarakat pada periode 1997-1998.. Dengan pokok permasalahan tersebut, terdapat pertanyaan yakni sejauh mana pengaruh krisis moneter terhadap kebiasaan meminum tuak di lapo. Sehingga dengan menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana lapo dan tuak berperan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak, khususnya di Balige pada tahun 1997 hingga 1998, yang mana pada tahun tersebut, Indonesia berada dalam kondisi krisis moneter.