Ilfanny Dwi Azalia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Transformasi Digital BRIMO dalam Meningkatkan Layanan Nasabah Bank BRI Cabang Jember Ilfanny Dwi Azalia; Wildan Khizbullah Suhma
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 5 (2025): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i5.235

Abstract

Transformasi digital banking menjadi isu penting dalam industri perbankan saat ini. Disrupsi digital telah mengubah cara orang melakukan bisnis dan bertransaksi. Transformasi digital mengacu pada penerapan teknologi digital di berbagai bidang perbankan dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan daya saing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi oleh bank bri cabang jember dalam proses transformasi digital untuk layanan nasabah, dan untuk mengetahui apa manfaat yang dirasakan oleh nasabah setelah implementasi transformasi digital dalam layanan mereka. Dalam mengidentifikasi permasalahan yang ada penelitian tersebut menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif atau penelitian lapangan. Dimana penelitian ini harus turun langsung ke lapangan untuk dapat memperluas temuan dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi transformasi digital dengan menggunakan aplikasi BRImo sangat efektif dalam meningkatkan layanan nasabah Bank BRI Cabang Jember, yaitu mempermudah transaksi nasabah secara real-time dan membuat transaksi lebih efisien dan aman. Aplikasi BRImo juga memiliki fitur-fitur yang lengkap dan beragam yang bisa digunakan oleh nasabah untuk memenuhi kebutuhannya, untuk tantangan yang terjadi saat optimalisasi transformasi digital BRImo disebabkan oleh beberapa aspek yaitu, yang pertama nasabah yang kurang paham teknologi dan minim pengetahuan terhadap digitalisasi. Kedua, terletak pada keterbatasan infrastruktur teknologi. Ketiga, terletak pada risiko kebocoran data nasabah dan penyalahgunaan data nasabah