Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana guru sekolah dasar membangun sikap toleransi pada siswa melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang guru dari sekolah dasar yang berbeda di wilayah semi-perkotaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket terbuka dan wawancara mendalam. Angket digunakan untuk memperoleh data awal mengenai pandangan, strategi, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menanamkan nilai toleransi. Sementara itu, wawancara mendalam dilakukan guna menggali pengalaman langsung, interpretasi guru terhadap makna toleransi, serta pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam keseharian di kelas. Tahapan penelitian dimulai dari identifikasi masalah, yaitu munculnya fenomena rendahnya sikap toleransi di lingkungan siswa sekolah dasar dan perlunya peran aktif guru dalam membangun karakter tersebut. Selanjutnya dilakukan perencanaan penelitian, yang mencakup penyusunan instrumen angket dan pedoman wawancara berdasarkan indikator pendidikan karakter dan sikap toleransi. Setelah itu, data dikumpulkan melalui penyebaran angket dan pelaksanaan wawancara terhadap para guru yang telah ditentukan. Hasil dari angket dan wawancara kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, yakni dengan mengelompokkan data ke dalam tema-tema seperti pemahaman toleransi, strategi pembelajaran, tantangan, dan indikator keberhasilan. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan triangulasi sumber, yaitu membandingkan data hasil angket dengan wawancara dan pengamatan naratif dari peneliti. Tahap akhir penelitian adalah menyusun hasil analisis dalam bentuk narasi deskriptif yang mencerminkan praktik nyata guru dalam menanamkan nilai-nilai toleransi secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran. Melalui pendekatan ini, penelitian mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai keberhasilan guru dalam membentuk karakter siswa yang toleran terhadap perbedaan, sekaligus memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan strategi pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar.