Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Stabilitas Lereng Pada Lahan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Riyanto, Eko Riyanto; Setiawan, Agung; Nur Hidayat, Amin
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i1.11811

Abstract

Banyaknya lereng pada pembangunan IPAL 1 KIPP IKN menyebabkan adanya potensi longsoran yang membahayakan lingkungan disekitarnya. Faktor yang sering mengakibatkan kelongsoran yaitu pengaruh geometri dan penyusun material tanah lereng tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis stabil atau tidaknya suatu lereng yang ditunjukan dalam bentuk nilai Faktor Keamanan. Penelitian menggunakan dua metode, yaitu metode Bishop Simplified dan metode elemen hingga. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu geometri lereng pada jalan akses lingkar kanan IPAL 1 KIPP IKN dari Sta 0+340 s/d Sta 0+380 dan data penyelidikan tanah dari PT. YODYA selaku konsultan perencananya dengan tinggi lereng 25 m, lebar 20,6 m, nilai kohesi tanah (c) = , berat volume tanah , dan sudut geser tanah . Penelitian ini didapatkan hasil Faktor Keamanan dengan metode Bishop Simplified sebesar 1,7 dan metode elemen hingga sebesar 1,7. Berdasarkan nilai Faktor Keamanan yang disarankan SNI-8460 yaitu 1,5 berarti lereng tersebut aman karena nilai Faktor Keamanan lerengnya lebih besar dari yang disarankan.
KINERJA SAMBUNGAN MEKANIS JENIS COUPLING SLEEVE AKIBAT BEBAN MONOTONIK Riyanto, Eko Riyanto; Nuroji, Nuroji; Priastiwi, Yulita Arni Priastiwi
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11027

Abstract

Sambungan tulangan merupakan elemen penting dalam konstruksi bangunan beton bertulang. Salah satu alasan penggunaan sambungan tulangan adalah ketersediaan tulangan yang diproduksi memiliki keterbatasan panjang. Penyambungan tulangan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu sambungan lewatan, sambungan las, dan sambungan mekanis. Penelitian ini diusulkan inovasi model sambungan mekanis berupa sistem coupling sleeve yaitu sambungan dua batang tulangan dengan selongsong berbentuk silinder yang mempunyai sayap terpisah berlubang dengan fungsi sebagai wadah untuk menancapkan baut pengencang. Penelitian bertujuan menganalisis inovasi model sambungan mekanis dengan tidak adanya eksentrisitas, serta meningkatkan efisiensi panjang sambungan, tanpa mengurangi luas penampang pada batang yang disambung. Metode penelitian pengujian sambungan mekanis berdasarkan ASTM A1034-10a yaitu metode uji tarik untuk mengevaluasi kinerja sambungan mekanis pada batang tulangan baja dengan memvariasikan panjang dan diameter coupler yang digunakan. Sebelum pengujian eksperimental di laboratorium, terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak ANSYS untuk menentukan panjang sambungan mekanis yang optimum dalam menahan beban serta mengetahui konsentrasi tegangan yang terjadi pada benda uji. Hasil penelitian bahwa penggunaan coupling sleeve dengan panjang 200 mm memberikan kinerja yang paling optimal dibandingkan variasi panjang lainnya. Distribusi tegangan maksimum pada sistem sambungan terjadi pada daerah baut akibat pengaruh gaya tarik dan torsi pengencangan, sedangkan tegangan pada tulangan dan selongsong relatif lebih merata. Selain itu, hasil simulasi menunjukkan bahwa gaya penjepit dari baut mampu meningkatkan gaya cengkeram selongsong terhadap tulangan sehingga transfer gaya tarik dapat berlangsung secara efektif tanpa terjadi slip. Dengan demikian, sistem coupling sleeve yang dikembangkan berpotensi menjadi alternatif sambungan mekanis yang efisien dan aplikatif pada konstruksi beton bertulang.