Sekolah yang unggul dan nyaman merupakan dambaan setiap orang. Sekolah yang unggul dan berkualitas belum tentu menjamin siswa akan betah di sekolah tersebut. Siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di siang hari untuk kegiatan sekolah. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi siswa dan orang tua untuk memilih sekolah yang sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan masa depannya. Tidak hanya orang tua, pembentukan karakter juga menjadi perhatian utama bagi para pendidik selain mendidik siswa. Banyak lembaga pendidikan yang hanya berfokus pada pengembangan bakat dan kemampuan kognitif siswa tanpa memperhatikan pembentukan karakter. Hal ini mengakibatkan output sekolah kurang memiliki nilai karakter dan moral. SMP Labschool Unesa 2 merupakan Sekolah Ramah Anak yang seharusnya terbebas dari segala bentuk kekerasan dan mengembangkan karakter Islami di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program sebagai Sekolah Ramah Anak dalam menanggulangi bullying dan melihat seberapa optimal pelaksanaan program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan melibatkan 13 informan melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menemukan 7 program yang dilaksanakan sebagai Sekolah Ramah Anak untuk mengatasi bullying yaitu: 1) layanan konseling, 2) brosur anti bullying, 3) seminar, 4) kerjasama dengan SMCC Unesa, 5) parenting untuk orang tua, 6) rapor karakter, dan 7) sistem poin di buku penghubung. Pelaksanaan program tersebut masih belum sepenuhnya optimal dalam menekan kasus bullying. Konstruksi sosial pelaksanaan Sekolah Ramah Anak terjadi melalui 3 proses yaitu eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi.