Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di MA Darul Faizin Jombang pada media online Detik.com dan Jombang Banget.id. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan lembaga pendidikan keagamaan dan berdampak terhadap citra institusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data dalam penelitian ini berupa berita daring yang dipublikasikan oleh Detik.com dan Jombang Banget.id pada edisi 14–19 November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memiliki konstruksi framing yang berbeda dalam membingkai peristiwa. Detik.com lebih menekankan aspek hukum dan perlindungan korban, sedangkan Jombang Banget.id cenderung fokus pada citra lembaga pendidikan dan respons pihak sekolah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh karakteristik media, segmentasi audiens, dan orientasi pemberitaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa framing media turut membentuk persepsi publik terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, sekaligus memengaruhi opini masyarakat terhadap lembaga keagamaan yang terlibat. Penelitian ini penting bagi penguatan literasi media. Kata Kunci: framing media, media online, kekerasan seksual, literasi media