Tandiabang, Pascal Adventra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Mutasi Gen Fukutin terhadap Perkembangan Congenital Muscular Dystrophy Tandiabang, Pascal Adventra; Nuryana, Ch Tri; Pantow, Sefry Markswel
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.65-72

Abstract

Congenital Muscular Dystrophy (CMD) adalah kelompok penyakit genetik langka yang ditandai oleh kelemahan otot yang terjadi sejak lahir dan sering melibatkan multisistem, termasuk sistem saraf. Mutasi gen Fukutin berperan signifikan dalam patogenesis berbagai subtipe CMD. Fukutin berperan dalam glikosilasi alpha-dystroglycan (?-DG), suatu proses yang penting untuk stabilitas sarkolema otot. Gangguan glikosilasi akibat mutasi Fukutin menyebabkan kelemahan otot progresif, anomali otak seperti cobblestone lissencephaly, hingga disfungsi multisistem. Teknologi molekuler, seperti Whole Exome Sequencing (WES), membantu mengidentifikasi kasus global mutasi ini. Artikel ini mengeksplorasi mekanisme molekuler, patogenesis, dan spektrum klinis CMD terkait Fukutin, memberikan wawasan untuk pemahaman lebih dalam dan pengembangan terapi.
Peningkatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana Banjir di Desa Pentadio Barat Kabupaten Gorontalo Tandiabang, Pascal Adventra; Paramata, Nanang Roswita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36686

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini memiliki objektif strategis untuk membangun ketahanan dan kapasitas adaptif masyarakat Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo, dalam menghadapi risiko kesehatan akibat bencana banjir yang berulang.Tujuan pengabdian difokuskan pada tiga aspek: (1) meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit pasca banjir (leptospirosis, DBD, diare, ISPA, penyakit kulit, tetanus, hepatitis A, malaria, dan tifoid); (2) melatih keterampilan penyelamatan korban tenggelam dengan prinsip “Reach-Throw-Don’t Go” dan penilaian ABCDE; serta (3) membekali peserta dengan kemampuan evakuasi mandiri dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sesuai standar AHA. Metode pengabdian yang diterapkan adalah participatory action research (PAR) dengan desain kegiatan berbasis edukasi interaktif dan workshop simulatif. Sebanyak 45 peserta yang merupakan perwakilan dari tiga dusun di desa pentadio barat yang dibagi kedalam tiga pos pelatihan intensif: Pos Penyelamatan Tenggelam, Pos Manajemen Banjir dan Evakuasi, serta Pos BHD. Evaluasi program dilaksanakan secara berlapis. Untuk mengukur pemahaman materi penyakit pasca banjir, digunakan kuis lisan dengan pertanyaan situasional guna menilai aplikasi pengetahuan. Sementara itu, evaluasi keterampilan praktik pada Mini Workshop dilakukan melalui observasi langsung dengan checklist yang mencakup aspek kritis seperti ketepatan teknik kompresi dada pada Pos BHD dan prosedur evakuasi yang aman. Hasil evaluasi melalui kuis langsung untuk edukasi penyakit akibat banjir dan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85%, dengan pencapaian tertinggi pada topik leptospirosis dan DBD. Dari segi keterampilan, Sebagian besar peserta telah mampu mendemonstrasikan teknik kompresi dada yang tepat dan menyusun daftar barang prioritas dalam go-bag. Pemahaman tentang pentingnya ventilasi dini pada korban tenggelam juga meningkat secara signifikan. Kesimpulan yang diperoleh adalah Program berhasil meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap darurat kesehatan masyarakat dalam menghadapi banjir. Peserta menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan praktis evakuasi, penyelamatan tenggelam, serta pemberian BHD.