Denisa, Adhittana Ganes
Program Pascasarajana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efektivitas Biaya Sebagai Startegi Optimalisasi Penemuan Kasus dan Case Detection Rate TB Paru di Kabupaten Jember Tahun 2024 Denisa, Adhittana Ganes
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan kasus secara aktif melalui investigasi kontak dan skrining kelompok berisiko merupakan strategi penting dalam mendukung eliminasi Tuberkulosis (TB) Paru. Namun, keterbatasan sumber daya menuntut evaluasi efektivitas biaya dari masing-masing pendekatan untuk memastikan pemanfaatan anggaran yang efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi program ACF dengan investigasi kontak, program ACF dengan kelompok berisiko, biaya program ACF, efektifitas biaya program ACF, serta menganalisis hubungan besaran anggaran dengan capaian CDR TB Paru di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis ekonomi kesehatan melalui metode Cost Effectiveness Analysis (CEA). Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Jember laporan program TB di 50 puskesmas tahun 2024 dan uji Pearson digunakan untuk melihat hubungan antara anggaran dan capaian CDR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode investigasi kontak menghasilkan 103 kasus TB dengan anggaran Rp1.154.212.608, sedangkan metode skrining kelompok berisiko mengidentifikasi 3.225 kasus dengan anggaran Rp7.992.292.308. Analisis CEA menunjukkan bahwa biaya per kasus pada investigasi kontak sebesar Rp11.205.947, sedangkan pada skrining kelompok berisiko hanya Rp5.858.905 menjadikan skrining kelompok berisiko 4,5 kali lebih efisien. Uji Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara besaran anggaran skrining dan capaian CDR (p = 0,019). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar alokasi anggaran, semakin tinggi capaian CDR yang dapat diperoleh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa skrining kelompok berisiko merupakan metode penemuan kasus TB yang lebih cost-effective dibanding investigasi kontak, dan alokasi anggaran yang memadai berkontribusi langsung terhadap peningkatan capaian CDR TB Paru di Kabupaten Jember.Kata kunci: investigasi kontak; skrining kelompok berisiko; analisis efektivitas biaya; tingkat deteksi kasus