Yuniar, Akhmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KEBIJAKAN PENCEGAHAN HIPERTENSI MELALUI KADER KESEHATAN DI KABUPATEN BELITUNG TIMUR Yuniar, Akhmad
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 9 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v9i1.363

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit tidak menular yang dapat mengurangi kualitas hidup di masyarakat. Untuk mencegah hipertensi, diperlukan perhatian serius salah satunya adalah peran kader Kesehatan. Kader Kesehatan yang aktif dalam kegiatan posbindu Penyakit tidak menular dan telah mendapatkan pelatihan pelaksanaan posbindu penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi kader kesehatan dalam pencegahan hipertensi di Kabupaten Belitung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh informasi mendalam terkait peran kader kesehatan dalam program pencegahan dan pengendalian hipertensi di wilayah puskesmas Manggar Kabupaten Belitung Timur. Kader kesehatan di masyarakat memiliki tanggung jawab antara lain sebagai koordinator, penggerak masyarakat, pemantau, promosi kesehatan, memberikan pertolongan dasar, dan mendokumentasikan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa factor yang mempengaruhi peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan hipertensi meliputi faktor pendukung seperti pengetahuan dan sikap, faktor penguat berupa perilaku, dukungan dari pemerintah desa dan keluarga, serta faktor pemungkin yang meliputi layanan kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Dalam menjalankan perannya, kegunaan kader kesehatan dalam mencegah hipertensi dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pencegahan primer yang mencakup pengumpulan data, penyuluhan kesehatan, dan skrining kesehatan; pencegahan sekunder yang meliputi identifikasi individu dengan faktor risiko penyakit tidak menular dan pengukuran untuk deteksi dini; serta pencegahan tersier yang memberikan dukungan kepada komunitas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan pengobatan secara rutin.
PENGUATAN KEBIJAKAN PENCEGAHAN HIPERTENSI MELALUI KADER KESEHATAN DI KABUPATEN BELITUNG TIMUR Yuniar, Akhmad
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 9 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v9i1.363

Abstract

Hypertension is one of the main causes of non-communicable diseases that can reduce the quality of life in the community. To prevent hypertension, serious attention is needed and the role of health cadres is very important. This study aims to examine the contribution of health cadres in preventing hypertension in East Belitung Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive approach. This approach aims to obtain in-depth information related to the role of health cadres in the hypertension prevention and control program in the East Belitung Regency health center area. Health cadres in the community have responsibilities including as coordinators, community mobilizers, monitors, health promotion, providing basic assistance, and documenting activities. The results of the study showed that several factors that influence the role of health cadres in efforts to prevent hypertension include supporting factors such as knowledge and attitudes, reinforcing factors in the form of behavior, support from the village government and family, and enabling factors including health services and access to health services. In carrying out their role, the usefulness of health cadres in preventing hypertension can be divided into three categories, namely primary prevention which includes data collection, health education, and health screening; secondary prevention which includes identification of individuals with risk factors for non-communicable diseases and measurements for early detection; and tertiary prevention which provides support to communities to undergo regular health checks and receive treatment.