Identitas Kependudukan Digital ialah sebuah aplikasi yang diselenggarakan berdasarkan konsep e-government dengan tujuan agar memberikan layanan publik secara elektronik kepada masyarakat terkait dokumentasi dan identifikasi kependudukan. Namun, aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kota Surabaya tergolong rendah yaitu 22,95% dari target pemerintah daerah sebesar 30% di Tahun 2025 ini. Peneliti menggunakan studi kasus di Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya karena kelurahan tersebut tergolong rendah dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital senilai 11,11%. Partisipasi masyarakat terhadap aktivasi Identitas Kependudukan Digital masih tergolong rendah misalnya kendala bagi masyarakat lansia, masyarakat yang tidak paham terkait teknologi informasi, dan adanya masyarakat yang tidak mengetahui terkait kegunaan serta manfaat dari Identitas Kependudukan Digital. Disisi lain, pihak Dispendukcapil Kota Surabaya telah melakukan strategi dalam meningkatkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital seperti melakukan kerja sama dengan OPD/BUMD/kantor cabang BUMN, melakukan jemput bola, sosialisasi melalui media cetak, media online, serta sosialisasi tingkat kecamatan, kelurahan maupun desa, dan pelayanan terintegrasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif yang berfokus pada analisis dan observasi mendalam terkait kasus tertentu dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang terperinci serta komprehensif terkait strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya. Hasil penelitian berdasarkan teori strategi implementasi menurut Wheelen dan Hunger dengan 3 sub fokus yaitu program, anggaran, dan prosedur menyimpulkan bahwa Identitas Kependudukan Digital memberikan keefektifitasan dan keefesiensian terhadap kepraktisan bagi pengguna Identitas Kependudukan Digital yang dilihat dari segi usia. Namun, hal tersebut memberikan tantangan bagi masyarakat lansia, masyarakat yang tidak paham terkait teknologi informasi, dan adanya masyarakat yang berpikir bahwa telah memiliki KTP fisik serta tidak perlu menggunakan Identitas Kependudukan Digital.