Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ADAPTASI REMAJA PERANTAU DALAM MENGATASI GEGAR BUDAYA ANTARA JAWA DAN MADURA (STUDI KASUS MAHASISWA YANG BEKERJA SEBAGAI BARISTA DI KOTA BANGKALAN) Ahmad Rizqi; Diana Amalia
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena gegar budaya yang dialami oleh remaja perantau yang bekerja sebagai barista di Bangkalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perantau merasakan gegar budaya, kecuali beberapa yang memiliki latar belakang toleransi terhadap perbedaan, seperti Syafriandika Naufal dan Ilham. Informan lain, seperti Andy dan Irvan, menunjukkan respon adaptasi yang berbeda terhadap lingkungan budaya Madura; Andy masih berjuang dengan diskriminasi, sementara Irvan mengekspresikan kegelisahannya melalui reaksi fisik. Beberapa informan lainnya, seperti Michael dan Aji, mengatasi tantangan budaya dengan memberi ruang bagi diri sendiri. Hambatan dalam komunikasi juga dialami oleh informan lainnya, yang mengarah pada kesulitan adaptasi. Para perantau mengadopsi strategi adaptasi yang beragam, termasuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat. Berdasarkan teori adaptasi budaya oleh Kalvero Oberg, informan melewati empat tahap adaptasi: honeymoon, hostility, recovery, dan adjustment, dengan kecepatan yang berbeda. Faktor etnosentrisme dan gaya hidup masyarakat Madura berperan signifikan dalam menciptakan gegar budaya, sementara bahasa bukan faktor utama. Penelitian ini menggarisbawahi kompleksitas interaksi antarbudaya di Madura akibat kurangnya pengungkapan diri oleh masyarakat lokal dan persepsi stereotip yang berkembang antar budaya.
ADAPTASI REMAJA PERANTAU DALAM MENGATASI GEGAR BUDAYA ANTARA JAWA DAN MADURA (STUDI KASUS MAHASISWA YANG BEKERJA SEBAGAI BARISTA DI KOTA BANGKALAN) Ahmad Rizqi; Diana Amalia
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena gegar budaya yang dialami oleh remaja perantau yang bekerja sebagai barista di Bangkalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perantau merasakan gegar budaya, kecuali beberapa yang memiliki latar belakang toleransi terhadap perbedaan, seperti Syafriandika Naufal dan Ilham. Informan lain, seperti Andy dan Irvan, menunjukkan respon adaptasi yang berbeda terhadap lingkungan budaya Madura; Andy masih berjuang dengan diskriminasi, sementara Irvan mengekspresikan kegelisahannya melalui reaksi fisik. Beberapa informan lainnya, seperti Michael dan Aji, mengatasi tantangan budaya dengan memberi ruang bagi diri sendiri. Hambatan dalam komunikasi juga dialami oleh informan lainnya, yang mengarah pada kesulitan adaptasi. Para perantau mengadopsi strategi adaptasi yang beragam, termasuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat. Berdasarkan teori adaptasi budaya oleh Kalvero Oberg, informan melewati empat tahap adaptasi: honeymoon, hostility, recovery, dan adjustment, dengan kecepatan yang berbeda. Faktor etnosentrisme dan gaya hidup masyarakat Madura berperan signifikan dalam menciptakan gegar budaya, sementara bahasa bukan faktor utama. Penelitian ini menggarisbawahi kompleksitas interaksi antarbudaya di Madura akibat kurangnya pengungkapan diri oleh masyarakat lokal dan persepsi stereotip yang berkembang antar budaya.
Kesiapan Profesi Hukum Dalam Menghadapi Tantangan Etika Dan Profesionalisme Di Era Globalisasi Digital (Perspektif Asn Di Sekretariat Bawaslu): The Preparedness Of The Legal Profession In Facing Ethical And Professionalism Challenges In The Era Of Digital Globalization (A Perspective From Civil Servants At The Bawaslu Secretariat) Ferry Bashanova; Lutfi Yusup Rahmathoni; Ahmad Rizqi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.6780

Abstract

Pada era digitalisasi dan globalisasi, sistem pemerintahan telah mengalami perubahan yang signifikan termasuk dalam bidang hukum dan sistem pemilu. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bawaslu memiliki tanggung jawab mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang adil, jujur, dan bermartabat. Pada ASN Melekat tanggung jawab moral dan hukum untuk menyeimbangkan keterbukaan informasi publik dan menjaga dengan melakukan perlindungan informasi yang dikecualikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tanggung jawab untuk menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan etika jabatan. Tujuan penelitian ini untuk meneliti permasalahan etika dan profesionalisme ASN di lingkungan Bawaslu di era digital, terutama terkait pengelolaan informasi yang dikecualikan, seperti laporan pelanggaran, berita acara pemeriksaan, dan hasil seleksi penyelenggara pemilu. Metode Penelitian yang digunakan adalah normatif-kualitatif dan berfokus pada analisis regulasi, teori etika, dan praktik birokrasi digital. Kajian menunjukkan bahwa ASN Bawaslu menghadapi dilema etis antara menunjukkan kepada publik apa yang mereka lakukan dan memenuhi tanggung jawab keamanan data. Dalam situasi seperti ini, standar etika digital harus diperkuat, pengetahuan hukum harus ditingkatkan, dan kebijakan kelembagaan harus dibuat yang menyeimbangkan transparansi dan perlindungan data lembaga.