Pada masa pergerakan nasional baik tokoh maupun organisasinya tidak hanya fokus terhadap usaha mencapai kemerdekaan, melainkan pendidikan juga diperhatikan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda terdapat banyak permasalahan pendidikan antara lain; terjadi diskriminasi dalam penyediaan pendidikan, jumlah sekolah yang terbatas, dan sistem pendidikan yang tidak berpihak pada kaum pribumi. Artikel ini akan berfokus pada jejaring dan akar gagasan pendidikan yang dilatar belakangi oleh kebutuhan rakyat Indonesia terpelajar dalam usaha mencapai kemerdekaan, terwujudnya akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan pendidikan Indonesia yang lebih beragama dan modern oleh HOS Tjokroaminoto. Tjokro merumuskan gagasan pendidikannya dalam tulisan berjudul Moeslim Nationale Onderwijs, atau dapat diartikan sebagai pengajaran nasional Islam. Gagasan pendidikan Tjokro menjelaskan bahwa asas-asas dalam Islam merupakan asas yang selaras dengan demokrasi dan sosialisme. Tjokro menawarkan konsep pendidikan modern dengan nilai-nilai yang berkembang di Barat dengan landasan nilai Islam. Dalam gagasan pendidikannya ini Tjokro menjelaskan bahwa nilai-nilai demokrasi, nasionalisme, sosialisme yang berkembang di Barat tidak bertentangan dengan nilai-nilai dalam Islam. Moeslim Nationale Onderwijs memicu lahirnya sekolah-sekolah modern Islam baik sekolah dalam ruang lingkup organisasi yang Tjokro masuk di dalamnya, maupun organisasi-organisasi Islam lain yang memiliki lembaga sekolah. Gagasan Tjokro ini juga mendorong lahirnya sekolah-sekolah dengan asas agama yang modern, bahkan sampai hari ini gagasan pendidikan Tjokro populer dalam kalangan pendidikan Islam.Kata kunci: Pendidikan, Islam, Tjokroaminoto.