Latar Belakang: Pemeriksaan HIV pra-nikah pada calon pengantin sangat penting sebagai upaya preventif untuk mencegah risiko transmisi penularan kepada pasangan atau anak-anak mereka. Semakin terdeteksi secara dini, diharapkan rantai penularannya terhadap pasangan dapat dicegah dengan mudah. Namun, masih banyak calon pengantin yang enggan melakukan tes ini karena berbagai faktor seperti kurangnya pengetahuan, stigma sosial, dan kecemasan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan menelaah artikel dari database Google Scholar dan PubMed yang diterbitkan antara tahun 2021-2025. Dari 80 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan calon pengantin tentang pemeriksaan HIV pra-nikah serta faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan kepatuhan dalam menjalani pemeriksaan ini. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa dari 10 artikel menyatakan bahwa pengetahuan calon pengantin tentang HIV/AIDS cukup tinggi. Namun, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan, karena hanya sekitar 55% yang menjalani tes HIV pra-nikah meskipun memiliki sikap positif HIV. Faktor utama yang memengaruhi keputusan pemeriksaan adalah dukungan pasangan, stigma sosial, serta kecemasan. Kesimpulan: Diperlukan edukasi yang lebih luas melalui media seperti leaflet dan modul, penguatan dukungan sosial, serta intervensi psikososial untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan calon pengantin dalam menjalani tes HIV pra-nikah.