Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN HUMANIS DAN LITERASI DIGITAL: STRATEGI MEMBANGUN GENERASI Z YANG KRITIS DAN BERETIKA DI ERA DIGITAL Najwa Oktaviani; Najwa Maulidia Khanifah; Muhammad Alvin Ilham; Juanito Setiawan; Mohammad Zacky Ramadani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5160

Abstract

Perkembangan zaman ke era digital mendorong transformasi di semua aspek kehidupan salah satunya adalah perubahan dalam pendekatan pendidikan, terutama dalam membentuk karakter dan etika generasi Z yang hidup dalam lingkungan digital yang kompleks. Banyak tantangan yang harus dihadapi bagi generasi yang tumbuh dalam ekosistem digital, seperti penyebaran hoaks, dan pengaruh media sosial yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dengan keterampilan literasi digital sebagai bekal dalam menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interseksi antara pendidikan humanis dan literasi digital sebagai strategi membangun generasi yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga beretika dalam penggunaan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis berbagai literatur yang relevan mengenai konsep pendidikan humanis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan humanis yang menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan seperti integritas, empati, dan tanggung jawab perlu diintegrasikan dengan literasi digital yang mencakup kemmapuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Implementasi di lingkungan kampus melalui pembelajaran berbasis teknologi yang mengedepankan nilai-nilai etika dan berpikir kritis dapat mendorong Generasi Z untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki kompas moral yang kuat