Aeni, Kurotul
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effectiveness of Problem-Based Learning Assisted by Powtoon Media on the Activeness and Learning Outcomes of Pancasila Education in 4th-Grade Elementary School Students Haqqi, Faradina Hibatul; Aeni, Kurotul; Albalushi, Raed Abdullah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19688

Abstract

Abstract Low learning outcomes and student engagement result from ineffective learning models and media in actively involving students. This study analyzes the effectiveness of the problem-based learning (PBL) model combined with Powtoon media in enhancing student participation and learning outcomes. A quantitative method with a quasi-experimental design was used, involving 4th-grade elementary students divided into an experimental class (IV A, 33 students) and a control class (IV B, 30 students) using a conventional model. Engagement data were collected through observation, and learning outcomes were assessed via evaluation tests. Data analysis used SPSS 26 with normality, homogeneity, t-test, N-Gain, and engagement score tests. The results showed a significant t-test value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in engagement and learning outcomes between the two groups. The N-Gain percentage was 61% (moderately effective) in the experimental class and 43% (less effective) in the control class. The highest engagement category in the experimental class was visual activities (87.87%), while in the control class, it was mental activities. These findings demonstrate that the PBL model combined with Powtoon media effectively enhances student engagement and learning outcomes.Keywords: problem-based learning, Powtoon media, activeness, and learning outcomes.AbstrakRendahnya capaian pembelajaran dan keterlibatan siswa disebabkan oleh model dan media pembelajaran yang kurang efektif dalam melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang dipadukan dengan media Powtoon dalam meningkatkan partisipasi dan capaian pembelajaran siswa. Metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen digunakan, melibatkan siswa SD kelas 4 yang dibagi menjadi kelas eksperimen (IV A, 33 siswa) dan kelas kontrol (IV B, 30 siswa) dengan menggunakan model konvensional. Data keterlibatan dikumpulkan melalui observasi, dan capaian pembelajaran dinilai melalui tes evaluasi. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji normalitas, homogenitas, uji-t, N-Gain, dan skor keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai uji-t signifikan sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam keterlibatan dan capaian pembelajaran antara kedua kelompok. Persentase N-Gain sebesar 61% (cukup efektif) pada kelas eksperimen dan 43% (kurang efektif) pada kelas kontrol. Kategori keterlibatan tertinggi pada kelas eksperimen adalah aktivitas visual (87,87%), sedangkan pada kelas kontrol adalah aktivitas mental. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL yang dikombinasikan dengan media Powtoon efektif meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, media Powtoon, keaktifan, dan hasil belajar.
The Effectiveness of Problem Based Learning assisted by Educaplay on Pancasila Education Learning Outcomes of Elementary School Students Dayanti, Aulli Qzara Ainun Nisa Mufi; Aeni, Kurotul; Khan, Daniyal Manzoor
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19723

Abstract

AbstractLearning models that do not actively involve students in the learning process are one of the factors causing low learning outcomes. This research aims to test and analyze how effective the problem-based learning model, which utilizes Educaplay media, is on student learning outcomes. The method used by researchers is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The subjects of this study were 85 fifth-grade students of Jatisari state elementary School, Semarang City, Indonesia i.e. 28 students of class VB as the experimental class, and 28 students of class VC as the control class. Learning outcomes data were obtained from test techniques and non-test techniques. Data analysis used SPSS 25, consisting of normality, homogeneity, t-test, and N-Gain tests. The results indicated that the significant value in the independent t-test was 0.000 < 0.05, so Ha was accepted and H0 was rejected. This data indicates a significant difference in the learning outcomes between the students in the experimental and control classes. N-Gain percent was 66% (moderately effective) in the experimental class and 39% (ineffective) in the control class. This study indicates that the application of the PBL model based on Educaplay media is effective in improving student learning outcomes.Keywords: educaplay, effectiveness, learning outcomes, PBL, pancasila education. AbstrakModel pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis seberapa efektif model pembelajaran berbasis masalah yang memanfaatkan media Educaplay terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan peneliti adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Jatisari sebanyak 85 orang, yaitu kelas VB sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen, dan kelas VC sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh dari teknik tes dan teknik non tes. Analisis data menggunakan SPSS 25 yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, uji t, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada uji t independen sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Data ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Persentase N-Gain adalah 66% (cukup efektif) di kelas eksperimen dan 39% (tidak efektif) di kelas kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis media Educaplay efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: educaplay, keefektivan, hasil belajar, PBL, pendidikan pancasila.
Development of AR-based Diorama to Improve Critical Reasoning Dimension and Learning Outcomes of Fourth-Grade Elementary School Students Corneliesta, Emiliana Catherine; Aeni, Kurotul; Yusuff, Yusuff Bolaji
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.19846

Abstract

AbstractThis research is motivated by teachers who have not used digital learning media, resulting in low critical reasoning and learning outcomes. The purpose of the research is to develop a design and test the feasibility and effectiveness of augmented reality-based diorama media to improve critical reasoning dimensions and learning outcomes of Pancasila education. This study uses the research and development method, specifically the ADDIE model, to create augmented reality-based diorama media for Pancasila education aimed at fourth-grade students at Public Elementary School (SDN) Kalibanteng Kidul 01 in Semarang City, Central Java. The study found that the media is highly suitable for education, with validation scores of 93.33% from media experts and 98.21% from material experts. The assessment of critical reasoning scored 95.24%. The t-test results supported the hypothesis, showing significant effectiveness with an N-gain score of 0.7901, classifying it as high. Overall, the study concludes that the augmented reality-based diorama media are effective in improving critical reasoning and learning outcomes related to Pancasila principles for these students in class IV, SDN Kalibanteng Kidul 01, Semarang City, Central Java.Keywords: augmented reality, critical reasoning dimension, diorama, learning           outcomes. AbstrakPenelitian ini dimotivasi oleh guru yang belum menggunakan media pembelajaran digital, sehingga mengakibatkan rendahnya penalaran kritis dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain dan menguji kelayakan serta efektivitas media diorama berbasis augmented reality untuk meningkatkan dimensi penalaran kritis dan hasil belajar pendidikan Pancasila. Studi ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, khususnya model ADDIE, untuk menciptakan media diorama berbasis augmented reality untuk pendidikan Pancasila yang ditujukan untuk siswa kelas empat di SDN Kalibanteng Kidul 01 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Studi ini menemukan bahwa media tersebut sangat cocok untuk pendidikan, dengan skor validasi 93,33% dari pakar media dan 98,21% dari pakar materi. Penilaian penalaran kritis mendapat skor 95,24%. Hasil uji-t mendukung hipotesis, menunjukkan efektivitas yang signifikan dengan skor N-gain 0,7901, yang mengklasifikasikannya sebagai tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa media diorama berbasis augmented reality efektif dalam meningkatkan penalaran kritis dan hasil belajar terkait prinsip-prinsip Pancasila bagi siswa kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 01, Kota Semarang, Jawa Tengah.Kata kunci: augmented reality, dimensi bernalar kritis, diorama, hasil belajar.