Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Efektivitas PPh 25 dalam Meningkatkan Pendapatan Pajak dan Mengurangi Beban Pajak pada Wajib Pajak Sapwan Sapik Nasution; Azzahra Dinda Aulia; Zaki Maulana
MENAWAN : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi Vol. 3 No. 4 (2025): Juli: MENAWAN: Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/menawan.v3i4.1569

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the implementation of Income Tax Article 25 (PPh 25) in increasing state tax revenue and reducing the tax burden on taxpayers. PPh 25 is a mechanism for periodic tax installment payments made by taxpayers based on estimated tax liabilities. This research adopts a descriptive quantitative approach using secondary data obtained from the Directorate General of Taxes’ reports, supported by questionnaires distributed to taxpayers within a specific Tax Service Office (KPP) area. The results show that the implementation of PPh 25 contributes significantly to tax revenue by encouraging taxpayer compliance and ensuring a stable cash flow for the state. Additionally, the installment system of PPh 25 helps reduce the annual tax burden on taxpayers both psychologically and administratively, as obligations are paid in stages. However, challenges remain in the accuracy of estimating tax liabilities, which can lead to overpayment or underpayment. Therefore, more intensive socialization and technical guidance are needed to improve taxpayers’ understanding and compliance with the PPh 25 mechanism.
Keterbatasan Break Even Point (BEP) sebagai Alat Perencanaan Laba Jangka Pendek UMKM Ade Kurniawan Harahap; Alan Nauri Siregar; Zaki Maulana
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i1.8539

Abstract

Break Even Point (BEP) merupakan salah satu alat perencanaan laba yang umum digunakan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena konsepnya yang sederhana dan mudah diaplikasikan. Namun, dalam praktiknya, penerapan BEP sebagai alat perencanaan laba jangka pendek sering kali menghadapi berbagai keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterbatasan Break Even Point (BEP) sebagai alat perencanaan laba jangka pendek pada UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research), melalui telaah terhadap jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan BEP terutama disebabkan oleh asumsi-asumsi dasarnya yang bersifat statis, seperti biaya dan harga jual yang konstan, kesetaraan antara volume produksi dan volume penjualan, serta struktur biaya yang jelas antara biaya tetap dan biaya variabel. Asumsi-asumsi tersebut sulit diterapkan pada kondisi UMKM yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Selain itu, BEP cenderung berfokus pada pencapaian titik impas tanpa mempertimbangkan tujuan laba yang optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa BEP tidak sepenuhnya memadai jika digunakan sebagai satu-satunya alat perencanaan laba jangka pendek pada UMKM, sehingga diperlukan kombinasi dengan pendekatan perencanaan lain yang lebih fleksibel dan adaptif.