Suryo, Febi Anggono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IRIAN BARAT DI MATA SULTAN ZAINAL ABIDIN SYAH: DARI KONFERENSI MALINO HINGGA OPERASI TRIKORA Suryo, Febi Anggono
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i1.15259

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan dari Sultan Zainal Abidin Syah dari Kesultanan Tidore mengenai Irian Barat dalam usahanya mengembalikan Irian Barat ke Tidore dan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan heuristik berupa: studi literatur, studi dokumen dan wawancara, kemudian kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini dijelaskan bahwa upaya dari Belanda memisahkan Irian Barat dari Indonesia, diawali dengan diadakannya konferensi Malino yang membuat wilayah Indonesia menjadi negara federal yang lantas membuat Sultan Zainal Abidin Syah keberatan. Upaya dari Belanda untuk bernegosiasi mengenai masalah Irian Barat juga dilakukan dengan cara mengajak Sultan Zainal Abidin dan Sultan Ternate menaiki kapal perang Belanda menuju Hollandia (sekarang Jayapura). Pasca bubarnya Republik Indonesia Serikat, Sultan Zainal Abidin diberikan mandat oleh Presiden Soekarno untuk membantu mengklaim wilayah Irian Barat agar masuk ke dalam Indonesia, yang pada tahun 17 Agustus 1956 kemudian diangkat menjadi Gubernur Provinsi Irian Barat yang pertama dengan ibukotanya Soa-sio, Tidore. Sultan Zainal Abidin menjadi Gubernur Irian Barat hingga tahun 1961, dan setelahnya membantu dalam usaha persiapan operasi Trikora. Abstract:  This study aims to explain the views of Sultan Zainal Abidin Syah of the Tidore Sultanate regarding West Irian in his attempt to return West Irian to Tidore and Indonesia. The research method used is the historical method with heuristics in the form of: literature studies, document studies and interviews, then criticism, interpretation and historiography. The results of this study explained that the efforts of the Dutch to separate West Irian from Indonesia, began with the holding of the Malino conference which made the territory of Indonesia a federal state which then made Sultan Zainal Abidin Syah object. Efforts from the Netherlands to negotiate the West Irian issue were also made by inviting Sultan Zainal Abidin and the Sultan of Ternate to board a Dutch warship to Hollandia (now Jayapura). After the dissolution of the United States of Indonesia, Sultan Zainal Abidin was given a mandate by President Soekarno to help claim the territory of West Irian so that it would be included in Indonesia, who on 17 August 1956 was later appointed Governor of the first Province of West Irian with its capital Soasio, Tidore. Sultan Zainal Abidin served as Governor of West Irian until 1961, and thereafter assisted in the preparatory efforts for the Trikora operation.