Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE TASMI’ DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN DI MA MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Khoirun Nisa, Laily; Rohman , Mujibur
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 1 (2025): Vol 5 No 1 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i1.335

Abstract

Menguasai hafalan Al-Qur’an serta menjaga ingatan terhadap ayat-ayatnya adalah dua hal yang memiliki peran penting dan saling melengkapi. Untuk menjaga dan menguatkan hafalan, ada beragam metode yang bisa digunakan, salah satunya yaitu metode tasmi’. Metode tasmi’ memperdengarkan bacaan hafalan sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan, baik dalam konteks individual maupun kelompok. Metode ini berfungsi untuk mendeteksi kesalahan yang mungkin terjadi saat penghafal melafalkan hafalan Al-Qur’annya, khususnya terkait makhraj huruf serta penerapan tajwid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode tasmi’ dalam hafalan Al-Qur’an dan tantangan siswa ketika menggunakan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana penulis melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan untuk menganalisis, mengidentifikasi, dan menggambarkan kondisi yang ada. Lokasi penelitian berada di MA Muhammadiyah Purwokerto, khususnya di asrama putri. Subjek penelitian meliputi pengasuh asrama, para ustadz dan ustadzah, serta sejumlah santri asrama putri. Temuan riset ini mengindikasi bahwa: 1) Implementasi metode tasmi’ berkenaan dengan proses menghafal Al-Qur’an di MA Muhammadiyah Purwokerto berjalan efektif dengan tahapan berjenjang, yakni tasmi’ kenaikan juz, tasmi’ kelipatan 5 juz, dan tasmi’ kelulusan, yang membantu santri memperkuat dan mempertahankan hafalan. Selain sebagai evaluasi, metode ini juga menjadi sarana penting untuk menguatkan hafalan, hal ini terbukti dari peningkatan kualitas dan kuantitas hafalan santri. 2) Dan tantangan utama yang ditemukan adalah kesulitan santri dalam mengatur waktu muraja’ah sebelum tasmi’ akibat kewajiban menambah hafalan baru setiap hari. Oleh karena itu, keberhasilan metode tasmi’ sangat bergantung pada manajemen waktu dan strategi belajar yang terencana, sehingga diperlukan pengembangan skema pembelajaran yang seimbang antara muraja’ah dan hafalan baru untuk mengoptimalkan hafalan tanpa mengorbankan muraja’ah.