Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEKALAHAN KESULTANAN UTSMANI DALAM PERTEMPURAN LEPANTO (1571 M) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEKUATAN POLITIK DAN MILITER Nisa, Farahdella Ainun
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 1 (2025): Vol 5 No 1 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i1.337

Abstract

Pertempuran Lepanto yang terjadi pada 7 Oktober 1571 merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah militer laut antara dunia Islam dan Kristen. Pertempuran ini mempertemukan armada laut Kesultanan Utsmani dengan Liga Suci yang dibentuk oleh Paus Pius V, dan menjadi simbol pergeseran keseimbangan kekuatan maritim di Laut Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kekalahan Kesultanan Utsmani dalam pertempuran tersebut serta dampaknya terhadap kekuatan politik dan militer Utsmani pada paruh akhir abad ke 16. Metode yang diterapkan adalah metode penelitian sejarah, terdiri dari beberapa tahapan, yakni: 1) Heuristik (Pengumpulan Sumber), 2) Verifikasi (Kritik Sumber), 3) Interpretasi (Analisis) dan 4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Penelitian didasarkan pada pemikiran Carl von Clausewitz mengenai sebab umum terjadinya kekalahan dalam suatu pertempuran dengan pendekatan politik. Hasil analisis terhadap informasi yang diperoleh dari sumber-sumber literatur dapat disebutkan bahwa kekalahan armada Turki Utsmani umumnya disebabkan oleh kelelahan fisik yang ekstrem pada pasukannya serta persenjataan perang yang kurang memadai, di sisi lain adanya kekeliruan pada petinggi armada laut dalam mengambil keputusan untuk berperang. Turki Utsmani kehilangan banyak dari pasukan andalannya akibat gugur di medan perang dan mengalami penurunan jumlah rekrutmen untuk prajurit armadanya, serta mengalami hambatan dalam menyebarkan pengaruhnya ke wilayah-wilayah lain. Namun, di balik kekalahannya, pada akhirnya Republik Venesia memutuskan untuk berdamai dan menyerahkan pulau Siprus kepada Turki Utsmani.