: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, berkontribusi besar terhadap angka kematian di seluruh dunia dan sebagai penyebab kematian utama di antara penyakit menular. Indonesia berkontribusi terhadap insidensi terbesar kedua, dengan perkiraan 354 kasus per 100.000 penduduk. Adanya berbagai penyakit penyerta berkontribusi terhadap hasil kesehatan yang lebih buruk, termasuk rawat inap yang lebih lama, peningkatan biaya perawatan kesehatan, dan angka kematian yang lebih tinggi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini akan menjelaskan faktor-faktor kritis yang bertanggung jawab atas penyakit penyerta dan hasil pengobatan yang didokumentasikan setiap tahun di Rumah Sakit Kota Kendari Metode Penelitian: Penelitian observasional retrospektif ini meneliti data sekunder pasien tuberkulosis paru (TB paru) di Rumah Sakit Umum Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia, antara Januari 2022 hingga Juni 2024. Sampel yang digunakan adalah 408 pasien TB paru yang dirawat di rumah sakit, dengan fokus pada demografi pasien, penyakit penyerta (HIV dan diabetes), serta hasil pengobatan berdasarkan catatan medis terperinci. Hasil Penelitian: Kajian kasus tuberkulosis paru (TB) rawat inap di Rumah Sakit Kota Kendari tahun 2022 sampai pertengahan tahun 2024 menunjukkan adanya peningkatan dominasi laki-laki, demografi penuaan, urbanisasi, dan meningkatnya cakupan BPJS Kesehatan, dengan kaitan signifikan antara usia, pekerjaan, tempat tinggal, penyakit penyerta, dan hasil pengobatan. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa pengelolaan TB yang efektif di Kendari memerlukan intervensi yang tepat sasaran bagi kelompok berisiko tinggi, menangani kesenjangan jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan tempat tinggal, sekaligus memperluas cakupan Jaminan Kesehatan Nasional dan mengintegrasikan perawatan bagi penyakit penyerta seperti HIV dan diabetes untuk meningkatkan hasil pengobatan.