Kegiatan eksplorasi pada reservoir rekah alami membutuhkan pemahaman mendalam mengenai karakteristik rekahan alami seperti orientasi umum rekahan, sifat fraktal atribut rekahan, distribusi intensitas dan densitas rekahan pada Zona Hancuran Sesar (FDZ), serta faktor-faktor yang mengontrol distribusinya. Daerah penelitian secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Daerah penelitian secara geografis terbentang antara 1 ̊8’21” LU –1 ̊8’41” LU dan 104 ̊8’47” BT –104 ̊9’8” BT. Pengukuran data rekahan alami menggunakan metode linear scanline dan window scanline di daerah Tanjung Kedabang. Pengukuran data rekahan alami dilakukan pada batuan dasar granit dan riolit. Jumlah rekahan adalah 769 rekahan, berupa 587 rekahan terbuka (joint), 177 rekahan gerus (shearfracture), dan 5 rekahan terisi (vein).Rekahan terbuka berarah utara barat daya-selatan tenggara (NNW-SSE) dan barat-timur (ENE-WSW). Rekahan gerus berarah timur laut-barat daya (NE-SW) dan barat laut-tenggara (ENE-WSW). Rekahan terisi berarah timur timur laut -barat barat daya (ENE-WSW). Nilai intensitas rekahan alami di Tanjung Kedabang adalah 6-32 rekahan/m, sedangkan nilai densitas rekahan alami di Tanjung Kedabang adalah 0,09-0,42 cm/cm². Lebar zona hancuran dalam untuk Sesar Tanjung Kedabang adalah 23-90 m, sedangkan untuk sesar di singkapan YFP-A4 adalah 3,8 meter. Lebar zona hancuran sesar menunjukan hubungan linear dengan panjang dan pergerakan sesar. Intensitas dan densitas rekahan di dalam zona hancuran lebih besar dibandingkan di luar zona hancuran. Faktor kontrol distribusi intensitas dan densitas rekahan alami adalah struktur geologi dan litologi batuan dasar. Analisis sifat fraktal rekahan alami di daerah penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa rekahan alami di daerah penelitian bersifat fraktal mengikuti distribusi power law. Nilai porositas rekahan batuan dasar di Tanjung Kedabang bervariasi pada rentang 0,01-0,09%. Permeabilitas rekahan berdasarkan Metode Cubes berkisar pada rentang 0,53-83,82 darcy, sedangkan berdasarkan Metode Matchstick berkisar pada rentang 0,40-62,86 darcy. Kata kunci: Batam, fraktal, rekahan, zona hancuran, scanlin