Nabilah Fairuz Fathiyah Yusfi Mustofa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Koleksi Arkeologi di Museum Song Terus: Tantangan dan Peluang dalam Pelestarian Benda Cagar Budaya Diva Lusiani; Hanifatul Azizah; Nabilah Fairuz Fathiyah Yusfi Mustofa; Ahmad Zidbik Maulana Rohmani; Moh. Khotam Habib Widyatmaja; Nastiti Mufida
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 2 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i2.827

Abstract

Manajemen koleksi arkeologi merupakan aspek penting dalam pelestarian benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, ilmiah, dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen koleksi arkeologi di Museum Song Terus, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengkaji peluang pengembangannya dalam mendukung pelestarian warisan budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan koleksi di Museum Song Terus telah mencakup proses registrasi, inventarisasi, konservasi, dan penyajian koleksi sebagai media edukasi bagi masyarakat. Namun, pengelolaan tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemanfaatan teknologi digital, serta kurangnya inovasi dalam pengemasan informasi dan promosi museum. Di sisi lain, museum memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi dan wisata budaya sejarah melalui peningkatan kualitas pengelolaan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kerja sama lintas sektor. Dengan demikian, pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan peran museum dalam pelestarian benda cagar budaya serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya warisan budaya