Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, kegiatan pendidikan masih dilaksanakan secara daring dan disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Maka dari itu, model pembelajaran secara daring hingga kini masih tetap dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran musik secara daring, khususnya pembelajaran piano di lembaga kursus musik. Metode penelitian adalah kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif. Sampel penelitian adalah pengajar dan siswa di Purwacaraka Music Studio Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran piano secara daring membutuhkan peralatan teknologi dan media sosial untuk memudahkan pengajar menyampaikan isi materi pembelajaran. Pengajar piano Purwacaraka Music Studio Yogyakarta menggunakan metode pembelajaran secara daring dalam synchronous bi-directional, yaitu pengajar dan siswa melakukan tatap muka secara daring di waktu yang bersamaan. Metode pembelajaran piano adalah metode ceramah dan imitasi. Namun, terdapat pula kendala yang dihadapi ketika melakukan proses pembelajaran secara daring ialah, durasi waktu Zoom yang sedikit dan jaringan internet yang tidak stabil. Hal tersebut beberapa kali menghambat proses pembelajaran piano bagi siswa secara daring. Permasalahan spesifik yang sering dijumpai dalam pembelajaran secara daring adalah minimnya interaksi antara pengajar dan pendidik, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahpahaman perbedaan dalam teknik permainan musik antara pengajar dan siswa karena tidak adanya proses pembelajaran secara tatap muka.