Lukman, Cici Nurmawaddah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transisi Nelayan Tradisional Menjadi Modern di Kelurahan Baurung, Kabupaten Majene, 1960-2022 Lukman, Cici Nurmawaddah
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat di Kelurahan Baurung memilih pekerjaan sebagai nelayan, mengetahui proses peralihan dari nelayan tradisional menjadi nelayan modern di Kelurahan Baurung dari tahun 1960-2022, dan mengetahui tingkat kesejahteraan ekonomi nelayan di Kelurahan Baurung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Dalam proses pengumpulan data melibatkan sembilan orang informan. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang membuat masyarakat di Kelurahan Baurung memilih pekerjaan sebagai nelayan karena faktor keturunan. Selain itu, faktor kondisi alam yang sangat mendukung dan letak geografis. Peralihan nelayan tradisional dari tahun 1960-2022 meliputi transportasi nelayan di Kelurahan Baurung yang dimulai pertama kali aktivitas nelayan menggunakan baqgo pada tahun 1960. Perahu jenis kedua katinting ini telah dimulai sejak tahun 1984. tahun 1990 masyarakat nelayan mulai menggunakan perahu bermotor yang berukuran 13-15 m. Alat penangkapan ikan menggunakan jaring dimulai pada sekitar tahun 1970-an. Peralihan selanjutnya, adalah pada tahun 1990 digunakan, yakni pukat. pada tahun 2005 adalah bagan. Bagan merupakan alat tangkap ikan. Pada tahun 2011 muncul alat tangkap yaitu Gae yang digunakan menangkap ikan. Jalur utama pelayaran nelayan tradisional mengikuti arah mata angin. peningkatan pendapatan nelayan dan memiliki fasilitas mulai dari rumah dan kendaraan, namun terdapat kekurangan pada sisi agama dan pendidikan bagi mereka yang sudah bekerja sebagai nelayan.
The Transformation of Punggawa-Sawi Relationships and Fishing Technology in Baurung Village (1960–2024) Lukman, Cici Nurmawaddah; Najamuddin, Najamuddin; Sakka, Abdul Rahma A
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2635

Abstract

This study investigates the modernization of traditional fishermen in Baurung Village, Majene Regency, from 1960 to 2024, examining transformations in technology, economic structures, and socio-cultural dynamics. A qualitative historical approach was employed, incorporating heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through semi-structured interviews with fishermen association leaders, active and senior fishermen, and fish distributors, complemented by participatory observation and documentary analysis. Triangulation and source criticism ensured data validity and reliability. The findings reveal that pre-modernization fishing relied entirely on traditional equipment such as baqgo and lepa-lepa, with social relations governed by kinship-based punggawa-sawi relationships. The introduction of katinting engines in the 1980s initiated technological transition, progressing to high-powered Mitsubishi 6D14 engines by the 2000s. This modernization increased monthly incomes to 10-15 million rupiah and expanded operational range beyond 50 kilometers offshore. However, modernization simultaneously produced economic stratification, transformed patron-client relationships into contractual arrangements, and paradoxically discouraged youth educational advancement due to attractive immediate maritime employment. Religious participation strengthened alongside improved prosperity. These findings demonstrate that modernization generates multidimensional impacts requiring integrated policy approaches that balance productivity enhancement with social equity and cultural preservation in coastal community development.