This Author published in this journals
All Journal AJUDAN
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KEPALA DESA HILIAURIFA-HILISIMAETANO, KECAMATAN MANIAMOLO, KABUPATEN NIAS SELATAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA BIDANG ADMINISTRASI LAYANAN KEPENDUDUKAN Dachi, Mawar Kasih
Ajudan: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Administrasi Negara Vol 3, No 2 (2025): Ajudan: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkan.v3i2.11586

Abstract

Pelayanan publik di tingkat desa merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Administrasi kependudukan sebagai bagian dari pelayanan dasar menjadi fokus utama dalam penelitian ini, dengan menitikberatkan pada strategi kepala desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi yang diterapkan Kepala Desa Hiliaurifa-hilisimaetano dalam penyelenggaraan layanan administrasi kependudukan yang efektif dan berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori strategi pelayanan publik dari Osborne dan Plastrik serta indikator kualitas pelayanan publik menurut Fitzsimmons sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa menerapkan empat strategi utama: pertama, pengembangan struktur organisasi melalui pembentukan sistem kerja yang terstruktur dan penempatan peran yang jelas meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Kedua, pengembangan prosedur pelayanan berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mulai diimplementasikan namun belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Ketiga, pengembangan infrastruktur yang mencakup peningkatan sarana dan prasarana fisik, seperti perbaikan gedung dan pengadaan peralatan pendukung pelayanan. Keempat, pengembangan budaya kerja organisasi melalui evaluasi kinerja dan peningkatan etos kerja aparatur desa. Meskipun berbagai strategi telah diterapkan, efektivitas implementasi masih menghadapi kendala seperti kurangnya partisipasi masyarakat, keterbatasan anggaran, serta rendahnya literasi administrasi publik di kalangan warga. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang prima dan berkelanjutan.