Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahasa ekspresif anak-anak melalui penggunaan media video pembelajaran di Selangor, Malaysia. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus bertujuan untuk meningkatkan kualitas media pembelajaran yang digunakan dan mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak-anak. Pada siklus pertama, media yang digunakan adalah gambar statis dan rekaman audio sederhana, yang menunjukkan hasil yang terbatas, di mana anak-anak hanya meniru kata-kata tanpa berimprovisasi. Siklus kedua melibatkan penggunaan video pembelajaran dengan kualitas gambar dan suara yang lebih baik, yang menghasilkan peningkatan keterlibatan, meskipun anak-anak masih terbatas dalam mengembangkan percakapan mereka. Pada siklus ketiga, video interaktif yang memungkinkan partisipasi aktif anak-anak digunakan, yang menghasilkan perkembangan signifikan dalam kemampuan berbicara mereka. Anak-anak mulai berbicara lebih bebas, mengimprovisasi, dan mengungkapkan pemikiran mereka dengan lebih percaya diri. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media video yang interaktif memiliki dampak yang sangat positif terhadap pengembangan bahasa ekspresif anak-anak. Media yang memungkinkan interaksi langsung terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak-anak dibandingkan dengan media yang bersifat pasif. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan pembelajaran bahasa di usia dini, dengan mendorong penggunaan media yang dapat merangsang keterlibatan aktif anak-anak.