Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) terhadap Tingkat Keasaman Produk Fermentasi Kefir Susu Kedelai Nafisah, Durrotun; Ardyagarani, Deswita; Jannah, Beta Cahyatul; Rachmah, Aliya Nur; Sholihah, Tika Awwalus
Sains dan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): April, Sains dan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v10n1.p23-28

Abstract

Nutrisi pada susu sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme mengakibatkan turunnya kualitas susu tersebut, sehingga diperlukan upaya dengan mengelola kualitas susu, salah satunya dengan membuat whey kefir. Pembuatan whey kefir memanfaatkan susu kedelai yang merupakan sumber nutrisi alternatif bagi penderita intoleransi laktosa, dan ekstrak bunga telang sebagai bahan antioksidan serta antiinflamasi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ekstrak bunga telang terhadap organoleptik dan derajat keasaman (pH) pada produk fermentasi kefir susu kedelai. Metode penelitian menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perbedaan penambahan ekstrak bunga telang sebanyak 0%, 2%, 4%, dan 6%. Hasil uji pH dianalisis dengan ANOVA satu arah, sedangkan organoleptik dengan nonparametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh nyata (P<0,05) dan tidak nyata (P>0,05) pada beberapa perlakuan terhadap nilai pH. Nilai pH antara 5,37 ± 0,020 hingga 5,42 ± 0,020, sehingga lebih tinggi daripada umumnya. Namun, ekstrak bunga telang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap organoleptik kefir. Nilai organoleptik warna antara 3,00 ± 0,379 hingga 3,00 ± 0,765; aroma antara 2,00 ± 0,0615 hingga 2,00 ± 0,626; tekstur antara 1,50 ± 0,571 hingga 2,00 ± 0,728; rasa dengan rentang 2,00 ± 0,714 hingga 2,00 ± 0,776 dan 3,00 ± 0,430 hingga 3,00 ± 0,507. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan penambahan ekstrak bunga telang pada kefir susu kedelai hanya mempengaruhi organoleptik saja, tidak dengan derajat pH.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Sholihah, Tika Awwalus; Faizah, Ulfi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v14n2.p502-511

Abstract

Pendidikan di era modern menuntut murid guna menguasai kapabilitas berpikir kritis sebagai suatu kompetensi utama. Sayangnya, tingkat keterampilan berpikir kritis di kalangan pelajar Indonesia masih rendah, yang tercermin dari penurunan skor PISA sebesar 12 poin pada tahun 2022. Situasi ini menandakan perlunya inovasi dalam perangkat pembelajaran yang dapat mengembangkan partisipasi aktif murid dalam proses berpikir kritis. Materi tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan di kelas XII mencakup berbagai konsep kompleks yang sering kali diajarkan secara teoritis, tanpa dukungan kegiatan praktikum langsung maupun berbasis digital. Studi ini bermaksud guna mengembangkan E-LKPD berbasis model Problem Based Learning (PBL) pada materi tersebut yang memiliki validitas tinggi, mudah diterapkan, dan efektif dalam mengasah kapabilitas berpikir kritis murid. Proses pengembangan menggunakan pendekatan 4D, yang mencakup tahap Develop, Design, Define, serta Disseminate. Data diperoleh melalui kegiatan validasi, observasi pelaksanaan, angket tanggapan siswa, serta tes hasil belajar. Produk E-LKPD mengkombinasikan kegiatan praktikum langsung dan virtual serta dilengkapi fitur BiOpen, BiOrientation, BiOvercome, BiObservation, BiOpinion, dan BiOption. Validitas mencapai skor rata-rata 93,13%, kepraktisan diperoleh melalui respons peserta didik sebesar 99,16% dan keterlaksanaan 100%, sedangkan efektivitas ditunjukkan melalui N-gain sebesar 0,83. Kesimpulan penelitian ini mengindikasikan bahwasanya E-LKPD berbasis PBL yang dikembangkan layak diterapkan pada pembelajaran guna melatihkan keterampilan berpikir kritis.