Fenomena klaim kebenaran dalam setiap agama sering kali melahirkan ketegangan sosial yang berdampak luas pada relasi antarumat beragama. Klaim eksklusif tentang kebenaran agama sendiri, yang bersumber dari keyakinan teologis, cenderung menghasilkan pemahaman subjektif dan simbolik yang beragam. Perbedaan ini diperparah oleh praktik "standar ganda" dalam menilai agama lain, yang memunculkan prasangka teologis serta menghambat peran agama dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan Islam berbasis multikultural hadir sebagai alternatif solusi dengan menekankan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendidikan semacam ini mendorong tumbuhnya kesadaran diri, kecerdasan spiritual, dan kepribadian yang berlandaskan cinta (mahabbah) kepada Tuhan dan sesama manusia. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan Islam yang humanistik dan teosentris sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik yang toleran, berperikemanusiaan, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat plural. Kesimpulannya yaitu pendidikan Islam untuk perdamaian dan toleransi dalam masyarakat multikultural dapat dilakukan dengan melakukan pendidikan Islam berbasis multikultural dan pendidikan Islam berbasis humanisme teosentris. Pendidikan Islam berbasis humanisme teosentris untuk perdamaian dan toleransi dalam masyarakat multikultural mengarah pada transformasi nilai, ilmu pengetahuan dan teknologi juga dilakukan dalam rangka rahmatan lil ‘alamin, dengan menekankan proses pembelajaran ditekankan interaksi aktif antara peserta didik dengan sumber dan lingkungan belajar sehingga peserta didik menemukan dan mengembangkan pengalaman keagamaannya sesuai tahap kemampuan masing-masing. Pendidikan Islam untuk perdamaian dan toleransi dalam masyarakat multikultural dalam setiap proses yang dilakukan dengan menekankan pada penghargaan terhadap keberagamaan setiap individu siswa dan mengedepankan kasih sayang dalam mengajar siswa sebagaimana orang tua terhadap anak kandungnya, tidak ada pilih kasih dalam memberikan perlakukan kepada setiap siswa