Amrina, Lia Amalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Linguistic Landscape Of Coffee Shop Names In Yogyakarta: An Antropolinguistics Study Amrina, Lia Amalia; Christian, Adhitya Rechandy
Journal of Education for Sustainability and Diversity Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Angstrom Centre of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57142/jesd.v3i3.857

Abstract

The linguistic landscape of coffee shop signboards in Yogyakarta, Indonesia reflects the city's multicultural and multilingual character. This study examines the forms, meanings, and origins of coffee shop names in Yogyakarta by presenting photographic examples from four districts and cities. Coffee shops can be classified as monolingual, multilingual, or bilingual. Various languages are employed, including Indonesian, Javanese, and English. The meanings of names can be linked to regional origins, local landmarks, wordplay, and cultural references. The origins of the names are often tied to the history and culture of Yogyakarta, such as local legends, arts, and traditions. The prevalence of Indonesian and English alongside local languages suggests a multilingual environment influenced by cultural, commercial, and regulatory factors. The strategic placement of linguistic elements in signage, menu descriptions, and promotional materials attracts and caters to a sophisticated customer base. The linguistic choices made by coffee shop owners and managers can be viewed as deliberate efforts to cultivate a particular atmosphere and ambiance. This study provides insights into the diverse naming practices of coffee shops in Yogyakarta, offering a reference for further research on the city's coffee culture and its linguistic landscape.
anskap Linguistik Sebagai Konstruksi Simbolik di Ruang Publik Pada Pameran Kontemporer Narawandira di Karaton Yogyakarta Hadiningrat Amrina, Lia Amalia; Santoso, Ardhitya Rechandy Christian
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1071

Abstract

Penelitian ini mengungkap penggunaan bahasa dalam informasi yang menjelaskan pameran kontemporer Narawandira (Karaton, alam, dan kesinambungan) di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dari sudut pandang lanskap bahasa. Dalam penelitian ini membahas mengenai variasi bahasa yang digunakan serta makna yang terkandung dalam setiap gambar di pameran kontemporer narawandira. Data didapatkan dari lima puluh gambar yang diambil dari pameran kontemporer tersebut kemudian diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan variasi bahasa dan makna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Narawandira di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggunakan tanda-tanda multibahasa untuk menyampaikan informasi tentang pameran kontemporer yang membahas tentang alam dan Karaton. Namun, beberapa tanda bilingual (bahasa Indonesia dan Inggris) dan simbol-simbol aksara Jawa lebih dominan. Multibahasa (Inggris, Jawa, dan Indonesia) digunakan untuk pelestarian bahasa dan memberikan informasi satu arah kepada wisatawan mancanegara. Hal ini juga merupakan tanda komposisi sosiolinguistik di kota Yogyakarta, yang sebagian besar merupakan kawasan cagar budaya.