This Author published in this journals
All Journal JPSB
Muhamad Amran
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Seni dalam tradisi Maata’a Mambio pada Etnis Ciacia Laporo di Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara: Art in the Maata’a Mambio tradition of the Ciacia Laporo ethnic community in Pasarwajo District, Buton Regency, Southeast Sulawesi Muhamad Amran
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/ypj5rs90

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan seni, mengidentifikasi unsur-unsur seni, dan menafsirkan makna seni dalam tradisi Maata’a Mambio pada etnis Ciacia Laporo di Kelurahan Kombeli Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian Maata’a Mambio sebagai tradisi panen yang mengintegrasikan seni tari, seni musik, dan sastra lisan sebagai media rasa syukur, kohesi sosial, dan pewarisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berorientasi etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penggiat budaya, serta dokumentasi rangkaian ritual dan pertunjukan. Data dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi tematik, interpretasi, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maata’a Mambio dilaksanakan melalui rangkaian yang saling berkaitan, meliputi musyawarah adat, Batanda’a, ritual inti, dan pertunjukan penutup. Unsur seni yang hadir meliputi tari Batanda, tari Linda, dan tari Mangaru; musik tradisional dengan instrumen ganda kancara, ganda katete, ndengu-ndengu, dan gong; serta sastra lisan berupa kabhanci wasenderao dan kabhanci mango-mango. Bentuk-bentuk seni tersebut memuat makna rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, etika gender, regenerasi kepemimpinan adat, dan pewarisan pengetahuan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni dalam Maata’a Mambio bukan sekadar hiburan, melainkan sistem ritual-estetik yang menopang identitas dan ketahanan budaya masyarakat Ciacia Laporo. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian pendidikan seni berbasis kearifan lokal serta dokumentasi warisan budaya takbenda di Sulawesi Tenggara.