Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan kepemimpinan adaptif yang dimediasi oleh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja anggota Polri di Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan data dari 252 personil Polri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan kepemimpinan adaptif memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan kerja dan kepuasan kerja. Selain itu, lingkungan kerja berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara pelatihan dan kepemimpinan adaptif terhadap kepuasan kerja. Temuan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya pelatihan dan kepemimpinan yang responsif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesejahteraan anggota Polri. This study aims to analyze the impact of training and adaptive leadership mediated by the work environment on job satisfaction among the police members in the Traffic Directorate of South Sulawesi Police. This study used a quantitative method and Structural Equation Modeling (SEM) analysis with data from 252 police personnel. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, documentation and questionnaires. Data analysis techniques used were qualitative analysis and descriptive analysis. The results indicate that training and adaptive leadership significantly affect the work environment and job satisfaction. Furthermore, the work environment serves as a mediator that enhances the relationship between training and adaptive leadership on job satisfaction. These findings provide insights into the importance of responsive training and leadership in creating a conducive work environment for the well-being of police members.