Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sejarah Kebudayaan Arab Melayu di Aceh: Jalur Perdagangan dan Dakwah Maghfirah Q. Fitri; Sri Mawaddah
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 3 No 3 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v3i3.628

Abstract

Aceh telah lama dikenal sebagai pintu gerbang masuknya Islam ke Asia Tenggara. Posisi geografisnya yang strategis di ujung barat Pulau Sumatra menjadikan wilayah ini sebagai simpul perdagangan internasional yang menghubungkan dunia Arab, India, dan Tiongkok. Melalui jalur perdagangan inilah komunitas Arab Melayu mulai hadir dan menetap di Aceh, membawa serta nilai-nilai Islam, budaya, dan sistem sosial yang sangat memengaruhi masyarakat lokal. Tidak hanya sebagai pedagang, komunitas Arab Melayu juga berperan sebagai penyebar agama melalui kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan pendirian institusi-institusi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana proses masuknya budaya Arab Melayu ke Aceh melalui dua jalur utama, yakni perdagangan dan dakwah, serta bagaimana interaksi tersebut membentuk akulturasi yang memperkaya kebudayaan lokal Aceh. Penelitian dilakukan dengan pendekatan historis kualitatif, menggunakan data primer berupa manuskrip Arab Melayu dan dokumen sejarah, serta data sekunder berupa jurnal ilmiah dan wawancara dengan sejarawan Aceh. Hasil studi menunjukkan bahwa masuknya budaya Arab Melayu tidak hanya membentuk sistem kepercayaan masyarakat Aceh, tetapi juga meninggalkan pengaruh yang mendalam dalam bidang bahasa, seni, adat istiadat, dan kesusastraan. Akulturasi ini menjadikan Aceh sebagai salah satu wilayah dengan identitas Islam yang kuat dan unik di Nusantara. Kajian ini juga menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya Arab Melayu di Aceh sebagai bagian integral dari sejarah peradaban Indonesia.