Banjir dan banjir bandang sering terjadi di Indonesia, disebabkan oleh faktor alam maupun aktifitas manusia. Makalah ini membahas tentang penyebab dan mitigasi banjir bandang di Pati. Pada 14 Juli 2022 banjir bandang melanda kawasan permukiman maupun persawahan di Pati. Banjir bandang dipicu hujan lebat sehari sebelumnya mencapai 90 mm/ hari. Penelitian diawali dengan survei lapangan, analisis kondisi kerusakan akibat banjir bandang, penyebab banjir bandang, serta alternatif penanganannya. Sumber material diduga berupa material longsor di hulu sungai. Pemicu banjir selain curah hujan tinggi juga fenomena bottleneck pada sungai, Kondisi sungai di daerah hulu mayoritas mengalami erosi vertikal berlangsung intensif, sehingga mempunyai tebing sungai terjal. Kondisi sungai di hulu lebar dan dalam, sementara di hilir sempit dan dangkal, serta dinding/tebing sungai berupa tanggul. Pada Sungai Silingonggo hulu di jembatan sumbermulya, penampang sungai mempunyai lebar 13m, kedalaman 8m. sementara lokasi hilir Desa Ngurenrejo mempunyai lebar 8m, kedalaman 4m. Kondisi lebar sungai yang kecil, ketika sungai banjir akan meluap menjebol tanggul dan menggenangi pemukiman serta persawahan. Berdasarkan hasil kajian maka direkomendasikan untuk penanggulangan dan mitigasi bencana berupa tindakan struktural dan tindakan non struktural Tindakan struktural berupa peninggian jembatan dan pembangunan bendung penahan sedimen, pemeliharaan dan perbaikan tanggul, serta normalisasi sungai. Sedangkan tindakan nonstruktural berupa sistem peringatan dini dan sosialisasi bahaya banjir bandang.