Teleng, Melkisedek
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manado’s Consumptive Lifestyle: A Lived Religion Perspective to Construct Contextual Pastoral Theology Dendeng, Leonardo Caesar; Raintung, Agnes B.J.; Sianturi, Novita P.; Teleng, Melkisedek
ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana UKIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/arumbae.v7i1.1522

Abstract

This article develops a pastoral theology that is suitable for the lifestyle and context of individuals in Manado, serving as contextual pastoral counselling. Similar to how theology is influenced by its context, pastoral theology is similarly shaped by its specific context. Despite its inclusion within Indonesia, the background of Manado diverges from that of other locations in the country. Consequently, the pastoral theology perspective that is formulated will also vary. By employing the techniques of observation and literary analysis from a lived religion perspective, it was determined that the pastoral approach developed in Manado originates from the setting of a prominent consumerist lifestyle, which is characteristic of the people in Manado within the larger Indonesian society. The commonly repeated statement that is said to support this lifestyle is "biar kalah nasi mar jang kalah aksi" (even if you don't eat, you have to be stylish). This extravagant lifestyle has the potential to create issues within the family and give rise to numerous other familial problems, as it is associated with excessive spending or squandering of significant amounts of money.
TERJEPIT DIANTARA DUA GENERASI: PERAN PASTORAL KONSELING BAGI GENERASI SANDWICH DIGMIST JEMAAT PINTU ELOK SALILI Teleng, Melkisedek; Tadung, Frieska Putrima; Darondo, Norlanda Darondo; Takasihaeng, Meivi Letsrai Putri Takasihaeng
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2025): Februari || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/40rn5e16

Abstract

Fenomena Generasi Sandwich mengacu pada individu yang secara bersamaan menanggung tanggung jawab merawat orang tua lanjut usia dan membesarkan anak-anak mereka sendiri. Kondisi ini sering kali menimbulkan tekanan emosional, spritual dan finansial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pastoral konseling dalam membantu Generasi Sandwich mengelola beban tersebut. Kajian teoretik dalam penelitian ini mengacu pada teori stres dan coping dari Lazarus & Folkman serta pendekatan pastoral konseling dalam konteks dukungan spiritual dan emosional.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan individu dari Generasi Sandwich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Sandwich mengalami tekanan emosional yang signifikan, tetapi dengan dukungan pastoral konseling yang tepat, mereka dapat menemukan makna dalam peran mereka serta mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pastoral konseling berperan penting dalam memberikan dukungan emosional, spiritual, dan psikologis bagi individu dalam Generasi Sandwich, sehingga mereka dapat menjalani peran gandanya dengan lebih seimbang dan resilien.
MEMBONGKAR MITOS : KEKERASAN FISIK BUKAN SATU-SATUNYA BENTUK KEKERASAN DALAM BERPACARAN Frieska Putrima Tadung; Teleng, Melkisedek; Frischa Daluwu; Meivi Lestari Putri Takasihaeng; Merri Y Ch M Menaheside; Oktafin Angelia Maneking; Stela Binei; Vinka Dea Samalam; Pramesti Ardita Katiandagho; Nessa Felisha Bowontari
HOSPITALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/pxhsmb55

Abstract

Dating violence is often associated with physical violence, but other forms of violence can also have a significant impact on victims. This article debunks the myth that physical violence is the only form of dating violence, by outlining other forms of violence such as emotional and psychological violence. Thus, a more comprehensive understanding of dating violence is needed to provide appropriate and effective support to victims. This research also highlights the importance of education and prevention of dating violence to create a safer and healthier environment for all individuals.
Konseling Pastoral Untuk Sandwich Generation dalam Menghadapi Tantangan Keluarga dan Pekerjaan Beatrix Jakline Raintung, Agnes; Teleng, Melkisedek; Manorek, Florentina K. H.
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i1.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling pastoral dalam mendampingi sandwich generation yang menghadapi tekanan ganda antara tanggung jawab keluarga dan tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkaya pemahaman teoretis dan praksis mengenai strategi pendampingan pastoral yang relevan bagi kelompok usia produktif yang mengalami kelelahan emosional, konflik peran, dan stres jangka panjang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap literatur pastoral, psikologi keluarga, dan dinamika pekerjaan modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral berkontribusi signifikan dalam memfasilitasi proses pemaknaan ulang pengalaman hidup, penguatan resiliensi spiritual, serta pengembangan keterampilan regulasi emosi untuk mengatasi beban ganda. Selain itu, pendampingan pastoral membantu individu membangun keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan pekerjaan melalui praktik refleksi, dialog empatik, serta dukungan komunitas. Kesimpulannya, konseling pastoral memiliki peran strategis dalam memampukan sandwich generation menghadapi kompleksitas hidup kontemporer, serta menjadi model intervensi yang holistik dan transformatif bagi kesejahteraan emosional dan spiritual mereka.