Perkembangan industri konstruksi di Indonesia semakin pesat dengan meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur yang kokoh, tahan lama, dan ramah lingkungan. Beton, yang digunakan dalam pembangunan gedung bertingkat, jalan, dan jembatan, memiliki keunggulan berupa kekuatan tekan yang tinggi dan daya tahan yang baik. Namun, produksi beton membutuhkan bahan baku yang besar, seperti semen dan agregat, yang berkontribusi terhadap degradasi sumber daya alam dan emisi karbon yang merugikan lingkungan. Salah satu alternatif material yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan adalah limbah keramik, yang sering dianggap sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi limbah keramik terhadap kualitas beton, terutama kuat tekan dan workability beton. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium menggunakan beton dengan variasi penambahan limbah keramik sebesar 5%, 10%, dan 15% sebagai pengganti agregat kasar. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan pada kuat tekan dan workability beton yang diukur melalui uji slump. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah keramik meningkatkan workability beton, tetapi mengurangi kuat tekan beton pada umur 14 hari. Pada umur 28 hari, beton dengan limbah keramik mengalami peningkatan kuat tekan meskipun lebih rendah dibandingkan beton normal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penggunaan limbah keramik sebagai alternatif agregat kasar dalam campuran beton yang ramah lingkungan. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dalam keberlanjutan pembangunan infrastruktur.