This Author published in this journals
All Journal MALIA
Binti Nur Asiyah, Binti Nur Asiyah
Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SUSTAINABILITY PINJAMAN BERGULIR UPK PNPM PERKOTAAN, PELUANG CHANELING BANK SYARIAH Binti Nur Asiyah, Binti Nur Asiyah
MALIA Vol 7 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Sustainability pinjaman bergulir UPKPNPM Perkotaan, peluang chaneling Bank syariah. Tulisan ini menggunakan metode penelitian denganpendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pertumbuhan Aset Bank Syariah cenderung melambat sampai dengan tahun 2014, pertumbuhan hanya sebesar 12% dibanding tahun 2013. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6,3%. Fokus masalah dari penelitian ini adalah pertama, Bagaimana Perkembangan pinjaman Bergulir di Tulungagung? Kedua, Bagaimana  perkembangan LAR, PAR, ROI, CCr pada Pinjaman Bergulir di Tulungagung? Ketiga, Apa dampak pinjaman bergulir bagi perekonomian masyarakat desa setempat? Keempat, Bagaimana peluang sumber dana perguliran pasca pendampingan PNPM Perkotaan berakhir? Kelima, Persentase UPK yang memungkinkan chaneling dengan Lembaga Keuangan Syariah?Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, Pinjaman bergulir UPK berkembang bagus dilihat dari Jumlah KSM maupun realisasi pinjaman bergulir, kedua, Pinjaman bergulir memiliki kinerja bagus dilihat dari LAR, PAR, ROI dan CCr. Ketiga, Pinjaman bergulir berdampak signifikan bagi perekonomian masyarakat, baik dalam bidang perdagangan, usaha kecil, pertanian, Keempat, Diharapkan agar UPK bisa bersinergi dengan Industri Keuangan terutama Industri Keuangan Syariah, Kelima, Peluang UPK bermitra dengan Industri Keuangan Syariah berkisar 52%, yakni yang memiliki tingkat pengembalian pinjaman bagus, dan KSM yang telah purna status miskin.