Dewati, Retno
Teknik Kimia - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENENTUAN KONDISI TERBAIK PENYISIHAN ION Ca2+ DAN Mg2+ DARI AIR LAUT MENGGUNAKAN NATRIUM KARBONAT (Na2CO3) DAN AMONIUM HIDROKSIDA (NH4OH) Septianingsih, Dilla; Zulianti, Mei Fifa; Dewati, Retno; Sani, Sani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32090

Abstract

Air laut mengandung beragam ion logam, terutama ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) yang menyebabkan masalah di berbagai industri, seperti pembentukan kerak pada peralatan industri dan pengolahan air minum.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam penghilangan ion Ca2+ dan Mg2+ menggunakan Na₂CO₃ sebagai agen pengikat kalsium dan magnesium dan penambahan NH4OH sebagai bahan pengikat magnesium pada tahap kedua. Proses penghilangan dilakukan melalui reaksi pengendapan dengan variasi konsentrasi Na₂CO₃ yaitu 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, dan 0,5 M, serta suhu operasi 30, 45, 60, 75, dan 90 °C. Waktu pengadukan ditetapkan selama 5 menit, diikuti dengan pengendapan selama 1 jam. Konsentrasi NH4OH ditetapkan pada 6,49 M berdasarkan hasil perhitungan stoikiometri. Kadar ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ sebelum dilakukan perlakuan dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan metode titrasi kompleksometri dan atomic absorption spectrometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Na₂CO₃ dan suhu operasi berbanding lurus dengan persen penyisihan ion Ca²⁺ dan Mg²⁺. Analisis statistik menggunakan ANOVA dua arah juga menunjukkan nilai p < 0,05. Kondisi terbaik didapatkan pada penambahan natrium karbonat pada konsentrasi 0,5 M dan suhu 90 °C, dengan persen penyisihan  ion Ca²⁺ mencapai 97,85% dan ion Mg²⁺ sebesar 96,91%. Hasil penyisihan tersebut belum memenuhi standar SNI, karena kadar ion Ca2+ dan ion Mg2+ didapatkan sebesar 180,351 mg/L dan 182,288 mg/L, sedangkan standar SNI pada air minum kadar Ca2+ sebesar 10 mg/L dan kadar Mg2+ sebesar 150 mg/L. Penelitian ini mendukung pengembangan pra-pengolahan air laut yang lebih efisien dengan menurunkan kadar ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ dalam industri air minum.